Semburan Sperma Tak Terlalu Kuat Setelah Disunat, Mengapa?

Semburan Sperma Tak Terlalu Kuat Setelah Disunat, Mengapa?

detikHealth
Selasa, 09 Sep 2014 18:38 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Semburan Sperma Tak Terlalu Kuat Setelah Disunat, Mengapa?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selamat malam Pak Dokter. Saya mau bertanya mengenai sunat laser yang dilakukan pada Mr P saya. Sebelum saya disunat semburan sperma saya kuat sekali, tetapi kenapa setelah saya disunat laser semburan sperma saya tidak kuat. Sedikit informasi pada saat disunat, waktu sunat, dokter tersebut membius dan menyuntik penis saya dan diberi obat bius dalam yang dimasukan dari anus.

Pertanyaan saya, benarkah cara yang dilakukan oleh dokter tersebut? Dan mengapa semburan sperma saya bisa berubah setelah disunat? Mohon penjelasan dari dokter. Terimakasih. Tuhan memberkati.

Daniel Radja
radjadaniel.XXXXX@gmail.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan : 65 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Dari uraian Anda tentang sunat laser yang dilakukan pada Anda, prosedurnya relatif sudah sesuai dengan SOP (Standart Operating Procedure) Sirkumsisi (Sunat) dengan laser.

Ejakulasi penis dikendalikan oleh persarafan parasimpatis yang terletak pada sumsum tulang belakang (Medula Spinalis). Anestesi (tindakan pengebal rasa) dilakukan dengan suntikan pada penis, bukan pada sumsum belakang. Ditambah obat penghilang nyeri yang dimasukkan melalui dubur (Anaesthetic Suppository). Kalau suntikan anestesi dilakukan pada sumsum tulang belakang, bisa saja memengaruhi fungsi saraf parasimpatis, bila suntikan tidak sesuai prosedur.

Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter yang melakukan sunat-laser pada Anda. Hal ini untuk menelusuri penyebabnya yang akan menentukan solusinya.

Sementara Anda boleh minum suplemen neurotropik yang terdiri dari kandungan Vitamin B1, B6, B12, Asam Folat dan E.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/ajg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads