Anti (Wanita lajang, 22 tahun)
antiXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 51 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adanya kadar protein (+1) dalam urin atau disebut proteinuria, tidak bisa dianggap hal yang biasa karena tidak ditemukan kebocoran protein dalam urin pada kondisi sehat. Kebocoran protein dalam urin dapat disebabkan berbagai hal (umumnya karena gangguan ginjal), seperti pada kondisi transient proteinuria (sesaat), familial proteinuria (kelainan reseptor ginjal), gagal ginjal, aktivitas berat, infeksi saluran kemih, dan yang lainnya, bukan karena kurang minum. Saran saya, konsultasi ke spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan konfirmasi lebih lanjut.
Salam, semoga bermanfaat.
dr. Indra Wijaya, SpPD, M.Kes
Departemen Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran, Universitas Pelita Harapan
Siloam Karawaci Hospital
(hrn/ajg)











































