ADVERTISEMENT

Senin, 20 Okt 2014 13:15 WIB

Penyebab Tingginya Laju Endap Darah

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, ibu saya habis cek darah rutin, semuanya normal tetapi hanya laju endap darahnya yang tinggi. Saat ini mengonsumsi obat demam dan lambung. Penyebab laju endap darah yang tinggi kira-kira kenapa ya, Dok? Terimakasih atas penjelasannya.

Rifdah Shalihah (Wanita lajang)
rifadixiebelleXXXX@gmail.com
Tinggi badan 154 cm, berat badan 45 kg

Jawaban

Dear saudari Rifdah Shalihah yang dirahmati Allah SWT, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja kita menuju ke inti diskusi.

Nilai laju endap darah (LED), sesuai metode Westergren, pada usia < 50 tahun, untuk pria: 0-15 milimeter per jam, untuk wanita: 0-20 milimeter per jam. Sedangkan pada usia > 50 tahun, untuk pria: 0-20 milimeter per jam, untuk wanita: 0-30 milimeter per jam. Tes LED adalah tes sederhana, relatif murah, dan umumnya digunakan untuk mengetahui ada/tidaknya aktivitas peradangan kronis.

Penggunaan LED sebagai uji screening pada seseorang yang tanpa gejala memiliki keterbatasan, yaitu: rendahnya sensitivitas dan spesifisitas. Peningkatan LED adalah kriteria diagnostik untuk polymyalgia rheumatica dan temporal arteritis. Peningkatan LED yang ekstrem (>100 mm/jam) biasanya memiliki penyebab yang nyata; pada umumnya infeksi, keganasan (kanker, dsb), atau temporal arteritis. Peningkatan LED yang ringan hingga sedang tanpa penyebab yang jelas memerlukan evaluasi/pemeriksaan LED ulang setelah beberapa bulan.

Beberapa penyakit yang biasanya dimonitor dengan LED, antara lain: artritis (tipe: psoriatik, septik, reaktif, rematoid), systemic lupus erythematosus, abses, vaskulitis, polymyalgia rheumatica, dan polymyositis.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan LED, antara lain: usia lanjut, wanita, kehamilan, anemia, kondisi ketidaknormalan sel darah merah (misal: makrositosis), faktor-faktor teknis (misal: problem delusional, peningkatan suhu specimen, tilted ESR tube), peningkatan kadar fibrinogen (misal: pada kondisi kehamilan, diabetes mellitus atau kencing manis, gagal ginjal stadium akhir, penyakit jantung, penyakit vaskuler kolagen, infeksi, peradangan, keganasan/kanker).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dito Anurogo
Penulis 15 buku, bersertifikasi ANLS, ATLS, ACLS, Hiperkes, Batra.

(hrn/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT