Anak Muda Rentan Terkena Osteoporosis?

Anak Muda Rentan Terkena Osteoporosis?

detikHealth
Jumat, 31 Okt 2014 13:47 WIB
Ditulis oleh:
Anak Muda Rentan Terkena Osteoporosis?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, saya pernah periksa kepadatan tulang. Hasilnya seingat saya itu ditulis osteoporosis. Apa mungkin di usia saya yang 25 tahun saya kena osteoporosis Dok? Sebenarnya untuk osteoporosis sendiri ada derajatnya masing-masing atau bagaimana Dok? Mohon pencerahannya.

Fitria (Wanita lajang, 25 tahun)
fi3a_fauziahXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 164 cm, berat badan 50 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mbak Fitria,

Osteoporosis, oleh beberapa literatur kedokteran, dijuluki sebagai 'The Silent Thief', yaitu suatu kelainan tulang yang terjadi secara progresif, dimana selama perjalanannya tidak menimbulkan keluhan secara nyata. Keluhan baru terjadi setelah tulang mengalami patah.

Wanita dan pria bisa menderita osteoporosis, tetapi persentase wanita menderita osteoporosis lebih besar dibandingkan pria. Mengingat sifatnya yang 'silent', sebaiknya para wanita yang berusia di atas 45 tahun, apalagi bila memiliki riwayat keluarga yang menderita osteoporosis, diharapkan memperhatikan kondisi tubuhnya dengan seksama dari waktu ke waktu, yaitu: apakah mengalami bungkuk, apakah tinggi badannya menyusut. Bila demikian adanya, sebaiknya melakukan pemeriksaan kepadatan tulang secara rutin, yaitu satu tahun sekali.

Perihal hasil pemeriksaan kepadatan tulang Anda, yang pada saat itu dinyatakan sebagai osteoporosis, sebaiknya Anda jangan berkecil hati dulu. Apabila Anda merasa bahwa tubuh Anda sehat-sehat saja dan tidak ada keluhan apapun selama ini dan hasil pemeriksaan kepadatan tulang tersebut didapatkan dari alat periksa kepadatan tulang di tulang tumit saja (menggunakan pDEXA, yaitu alat periksa kepadatan tulang yang mobile, bisa dibawa kemana-mana), maka Anda bisa melakukan pemeriksaan kepadatan tulang lanjutan yang lebih lengkap, yaitu dilakukan pemeriksaan di beberapa bagian tubuh sekaligus, yaitu pergelangan tangan, tulang belakang dan panggul, menggunakan DEXA, di pusat diagnostik atau rumah sakit.

Osteoporosis tidak ada derajatnya, melainkan kepadatan tulanglah yang terbagi menjadi tiga derajat, yaitu: Normal (bila nilai BMD di atas -1 SD), Osteopenia (bila nilai BMD di antara -1SD s.d -2.5 SD) dan Osteoporosis (bila nilai BMD di bawah -2.5 SD)

Bila Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut, dapat berkonsultasi ke dokter spesialis orthopaedi & traumatologi di rumah sakit yang terdekat, atau dapat berkonsultasi dengan kami apabila anda berdomisili di Surabaya.

Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi
Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi, Sports Medicine & Arthroscopy
di Siloam Hospitals Surabaya & RKZ Surabaya
www.SurabayaKneeCenter.com

(hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads