Chriz (Pria lajang, 30 tahun)
chriz.rohyXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 70 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencermati kondisi Anda, kemungkinan besar mengarah ke gangguan saluran pernapasan bagian atas, dengan diagnosis banding: rinitis alergi persisten, rinosinusitis kronis, seasonal allergic rhinitis, atau perennial allergic rhinitis. Tentunya tidak menutup kemungkinan diagnosis lainnya, mengingat adanya ingus ini memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter umum atau dokter spesialis THT.
Untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi, dokter akan menggunakan kuesioner rinitis alergi yang direkomendasikan oleh The International Primary Care Respiratory Group (IPCRG). Adapun pemeriksaan dengan rinoskopi anterior, endoskopi nasal, atau tes kulit alergi juga diperlukan untuk memastikan diagnosis rinitis yang menetap atau membandel.
Untuk terapi rinitis alergi, dokter akan merekomendasikan pemberian obat golongan antihistamin, atau golongan 'histamine H1-receptor antagonist' yang kuat, glukokortikosteroid intranasal, dekongestan (oral/intranasal).
Menurut Mullol J, dkk (2005), Levocetirizine adalah obat golongan 'potent histamine H1-receptor antagonist' yang terbukti efektif mengatasi seasonal allergic rhinitis, perennial allergic rhinitis, dan rinitis alergi persisten.
Menurut Bachert C (2009), obat golongan antihistamin generasi kedua (yaitu: desloratadine, fexofenadine, levocetirizine) merupakan terapi yang tepat untuk mengatasi rinitis alergi.
Pemilihan jenis obat dengan dosis yang tepat lebih bijaksana bila dikonsultasikan ke dokter, untuk meminimalkan timbulnya efek samping yang mungkin terjadi.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu!
Dokter Dito Anurogo
Penulis 15 buku, bersertifikasi ANLS, ATLS, ACLS, Hiperkes, Batra.
(hrn/vit)











































