Cara Atasi Berkas Herpes yang Masih Terasa Sakit dan Perih

Cara Atasi Berkas Herpes yang Masih Terasa Sakit dan Perih

detikHealth
Rabu, 19 Nov 2014 12:21 WIB
Ditulis oleh:
Cara Atasi Berkas Herpes yang Masih Terasa Sakit dan Perih
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sekitar setengah bulan yang lalu saya terkena cacar air, tapi ada juga perawat yang bilang bahwa saya terkena herpes. Saya dikasih salep acyclovir dan tabletnya plus vitamin, tetapi anehnya meskipun cacarnya sudah mulai kering, bekas kulit saya yang terkena herpes tersebut masih terasa sakit, perih, dan gatal.

Saya bingung sakit apa yang menyerang kulit saya di bagian leher dan dada tersebut. Mohon penjelasannya, sampai sekarang saya masih mengonsumsi obat acyclovir tersebut. Terimakasih.

M. S Pani (Laki-laki menikah, 42 tahun)
muhamad.XXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 100 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Salam M.S Pani,

Dari cerita Anda, kemungkinan penyakit yang Anda derita 1,5 bulan yang lalu adalah herpes zoster. Herpes zoster terjadi akibat reaktivasi infeksi laten virus varisella. Jadi sebelumnya kemungkinan besar Anda pernah terinfeksi virus varisella (penyebab cacar air), yang kemudian virus tersebut berdiam di dalam jaringan saraf, dan ketika daya tahan tubuh Anda menurun, virus mengalami reaktivasi dan timbul penyakit herpes zoster.
 
Rasa nyeri yang Anda rasakan saat ini adalah Nyeri Akut Herpetik (NAH), dan bila masih berlangsung terus setelah 3 bulan pasca ruam kulit, maka disebut dengan Nyeri Pasca Herpetik (NPH). Nyeri ini terjadi karena rusaknya serabut saraf penghantar rasa nyeri oleh virus penyebab. Rasa nyeri dapat terus berlangsung walau ruam dan lenting- lenting pada kulit sudah sembuh selama beberapa bulan, atau beberapa tahun. Gejala yang dirasakan pada NPH adalah nyeri spontan yang timbul begitu saja (alodinia), rasa terbakar atau tertusuk-tusuk, gatal, nyeri akibat sentuhan ringan (misalnya akibat geseken pakaian), lemah otot, atau kelumpuhan.

NAH terjadi pada 9-14% penderita herpes zoster, dan NPH terjadi pada 5% penderita herpes zoster. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami NPH adalah usia lanjut, ruam kulit herpes zoster yang luas dan nyeri, serta kekebalan tubuh yang kurang. Pada saat ruam herpes zoster muncul, obat anti virus harus diberikan secepat mungkin untuk mempercepat penyembuhan herpes zoster dan mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi NPH. Selain itu penderita disarankan untuk banyak beristirahat dan mengurangi stres. Karena ruam herpes zoster Anda sudah kering semua, Anda tidak perlu melanjutkan konsumsi antivirus.

Terdapat berbagai pilihan terapi untuk mengurangi rasa NAH atau NPH. Antara lain dengan obat analgetik yang dapat dibeli bebas, maupun obat analgetik, obat antidepresan trisiklik, dan antikonvulsan yang diresepkan dokter. Metode pengurang rasa nyeri lainnya adalah dengan krim atau koyo yang mengandung capsaicin, serta akupunktur. Usahakan untuk tidak terlalu lelah baik secara fisik maupun mental. Apabila rasa nyeri masih terus terasa dan mengganggu, berkonsultasilah ke dokter spesialis saraf atau dokter spesialis kulit dan kelamin terdeka

dr. Nindita Hapsari Susanti, Sp.KK
Praktik di Klinik Bintaro Skin House
Jl. RC Veteran No. 6B, Bintaro, Jakarta Selatan, 12330
Website: www.bintaroskin.com

(hrn/vit)

Berita Terkait