Pinggang dan Punggung Sering Sakit, Apa Sebabnya?

Pinggang dan Punggung Sering Sakit, Apa Sebabnya?

detikHealth
Rabu, 03 Des 2014 12:20 WIB
Ditulis oleh:
Pinggang dan Punggung Sering Sakit, Apa Sebabnya?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dok saya mau tanya kenapa saya sering merasakan sakit di pinggang belakang dan sering merasakan sakit di punggung belakang? Itu kenapa ya Dok? Terimakasih.

Vita Puspita (Wanita lajang, 21 tahun)
devipuspitaXXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 49 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Nona Vita Puspita. Langsung saja kita menuju ke pembahasan, ya. Punggung manusia merupakan struktur kompleks yang terdiri dari beragam tulang, otot, saraf, dan persendian. Ini yang menyebabkan kalangan medis seringkali kesulitan menentukan penyebab pasti dari sakit di tulang belakang atau punggung.


Sakit di tulang belakang atau punggung menurut ICD-9CM diklasifikasikan sebagai back pain (Back Pain Postural, Low Back Pain, Back Pain Psychogenic, Stiff Back, Back Strain, Backache, Sacroiliac) atau acute/low back pain (LBP).

Beberapa penyakit yang merupakan diagnosis banding dari LBP mekanis, antara lain: regangan otot (muscle strain), saraf terjepit (herniated nucleus pulposus), osteoartritis (radang tulang), spinal stenosis, spondilolistesis, skoliosis (tulang belakang membentuk huruf S).

Secara umum, LBP dapat disebabkan oleh: cedera, mekanis, degeneratif, infeksi, metabolik, vaskuler (sirkulasi-pembuluh darah), neoplastik (keganasan), gastrointestinal (lambung dan saluran pencernaan), ginjal, hematologis (perdarahan), ginekologis (kebidanan), inflamasi (peradangan), regangan tulang belakang (lumbosacaral strain), psikogenik, endokrin.

Adapun penyebab LBP secara rinci:
1. mengangkat, membawa, memikul, memanggul, mendorong, menjunjung benda/beban berat,
2. duduk di kursi dengan posisi membungkuk,
3. menempuh perjalanan yang berliku-liku (dan ekstrem),
4. gerakan peregangan yang berlebihan,
5. menggunakan otot-otot secara berlebihan, misalnya: selama berolahraga, pergerakan berulang, dsb.
6. mengemudi dalam posisi membungkuk untuk periode waktu yang lama tanpa beristirahat,
7. penonjolan atau rusaknya disk (bantalan di antara tulang),
8. menegangnya ikatan sendi (ligament strain),
9. gangguan (menegangnya, kaku) otot,
10. keropos tulang (osteoporosis),
11. ketidakteraturan skeletal (kerangka),
12. stres emosional
13. infeksi dan tumor (pada kasus osteomyelitis dan discitis),
14. beragam penyebab lainnya, seperti: kehamilan (pada wanita), endometriosis (pada wanita), infeksi ginjal, batu ginjal, fibromialgia, aneurisma, osteomalacia, mieloma, kanker pankreas, hemolisis akut, malingering, cemas, histeria, sindrom Reiter, dsb.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo
Medical doctor at Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vit)

Berita Terkait