Divonis Kandungan Lemah, Apa Sebabnya?

Divonis Kandungan Lemah, Apa Sebabnya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 29 Des 2014 15:19 WIB
Divonis Kandungan Lemah, Apa Sebabnya?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Pada usia kandungan saya 6 minggu, dokter kandungan saya memvonis kandungan saya lemah. Selanjutnya saya diresepkan obat penguat. Yang saya mau tanyakan, makanan apakah yang dapat membantu proses penguatan kandungan saya? Biasanya apa penyebab kandungan saya lemah? Terimakasih.

Rahmini (Perempuan menikah, 30 tahun)
soeloeng_3415XXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 155 cm, berat badan 145 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halo Mbak Rahmini,

Secara definisi biasanya dokter kandungan akan mengatakan 'kandungan lemah' sebagai ancaman adanya keguguran. Tanda-tandanya berupa adanya perdarahan flek-flek pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Angka kejadian keguguran spontan ini dilaporkan antara 8 hingga 20 persen pada wanita yang belum punya anak sebelumnya, dan menurun sekitar 5 persen pada wanita yang sudah pernah punya anak. Setelah kehamilan lebih dari 15 minggu, angka kejadian menurun hingga sekitar 0,6 persen.

Penyebab keguguran spontan (dalam hal sudah diberi 'penguat' tetapi tetap keluar) lebih dari 50% adalah karena kelainan kromosom janin (cacat bawaan), sehingga keguguran spontan adalah dikatakan sebagai proses quality control kehamilan, apabila kurang baik akan dikeluarkan. Sehingga tidak banyak anak lahir dengan kelainan kongenital.

Hingga saat ini belum pernah membaca adanya makanan yang dapat membantu 'menguatkan' kandungan ini. Selama ini diberikan obat-obat hormonal yang dikatakan sebagai 'penguat' kandungan.

Apabila sudah diberikan obat ini dan tetap keguguran, maka kemungkinan besar (>50%) karena kelainan janin. Apabila membaik maka perlu dievaluasi ulang.

Semoga bermanfaat.

dr. Hari Nugroho, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Staf Divisi Ginekologi Onkologi - Departemen Obstetri dan Ginekologi
RSUD dr Soetomo - Universitas Airlangga, Surabaya
Akun Twitter: @drharinugroho

(hrn/up)

Berita Terkait