Penyebab Istri Sulit Mendapatkan Orgasme

Penyebab Istri Sulit Mendapatkan Orgasme

detikHealth
Selasa, 30 Des 2014 18:16 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Penyebab Istri Sulit Mendapatkan Orgasme
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Apa sebabnya istri saya susah mendapatkan orgasme jika dilakukan penetrasi? Dengan oral, cepat sekali orgasmenya tapi sesudahnya cepat kesakitan saat penetrasi, padahal Ms V masih basah dan licin akibat orgasme dari seks oral yang saya lakukan. Mohon jawabannya.

Tengku M Yusafindes (Pria menikah, 42 tahun)
tengkuyunanXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 160 cm, berat 60 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiap wanita memiliki zona erotik yang paling sensitif berbeda-beda. Ada yang pada puting susu, paha, punggung dsb. Istri Anda memiliki zona erotik paling sensitif pada klitoris dan bibir vagina depan (labia mayora). Hal ini disimpulkan saat Anda melakukan seks oral pada vaginanya, yang disebut 'cunnilinghus', ia akan terpicu dan segera mencapai orgasme.

Berbeda kondisinya, saat penetrasi penis ke dalam vaginanya, ia akan mengerang kesakitan, kendatipun rongga vagina masih basah karena baru saja orgasme.

Keluhan istri Anda ini patut dicermati dengan bijaksana. Penyebabnya bisa faktor fisik, misalnya ada kista pada rongga vagina yang bila tersentuh batang penis akan nyeri. Untuk hal ini dianjurkan lakukan Pap-smear, yaitu pemeriksaan lendir vagina setelah haid bersih di klinik kebidanan.

Bisa pula penyebabnya faktor psikis, misalnya suatu kelainan bawaan yg dikenal sebagai 'phobia', yaitu rasa tidak nyaman bila ada sentuhan benda seperti tongkat. Phobia banyak jenisnya, misalnya 'phobia' bila berada di tempat yang tinggi. Penderita phobia ini amat takut naik 'lift' di gedung bertingkat.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/up)

Berita Terkait