Setiap Berkedip Kepala dan Mata Terasa Berat

Setiap Berkedip Kepala dan Mata Terasa Berat

detikHealth
Jumat, 23 Jan 2015 14:19 WIB
Ditulis oleh:
Setiap Berkedip Kepala dan Mata Terasa Berat
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Sore Dok, saya sekitar sebulan lebih mengalami kepala dan mata terasa berat, setiap berkedip pusing kerasa di matanya dan juga kepala bagian frontal. Inginnya istirahat terus. Sudah pernah minum neurophyron dianjurkan Dokter, lalu saya cek darah semua normal hanya limfosit agak tinggi 41% dan kolesterol total 191 dengan HDL 64, LDL 116.8 dan trigliserida 51. Itu kira-kira saya kenapa ya Dok? Terimakasih Dok.

Zaneta Fajar S. Ginting (Wanita lajang, 20 tahun)
zanetafajar28XXXXX@gmail.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 60 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mencermati keluhan singkat Anda, ada beberapa kemungkinan diagnosis, yakni:
1. Nyeri kepala klaster
Karakteristiknya: minimal lima serangan kepala hebat sekali di mata atau sekitarnya, dan/atau temporal, sifatnya unilateral (satu sisi kepala), bila tak diobati berlangsung 15-180 menit. Nyeri kepala disertai (salah satu dari): kelopak mata bengkak, ptosis (penurunan kelopak mata bagian atas) dan atau miosis (mengecilnya pupil mata), dahi dan wajah berkeringat, mata merah atau berair, gelisah. Frekuensi serangan: 1 kali setiap dua hari sampai 8 kali per hari. Nyeri kepala klaster diduga disebabkan oleh ketidaknormalan di otak bagian hipotalamus. Stres, alergen, perubahan cuaca atau musim, atau nitroglycerin dapat memicu serangan nyeri kepala klaster pada beberapa orang.

2. Nyeri kepala tipe tegang otot (Tension type headache)
Karakteristiknya: minimal ada 10 episode serangan nyeri kepala. Berlangsung selama 30 menit sampai 7 hari. Lokasi bilateral (dua sisi kepala). Sifatnya menekan atau mengikat namun tidak berdenyut. Intensitas ringan atau sedang. Tidak diperberat dengan aktivitas rutin seperti berjalan kaki, naik tangga. Tidak ada mual/muntah. Hilang selera makan (anoreksia). Bisa dijumpai mudah silau oleh cahaya terang atau mudah terganggu oleh suara bising. Nyeri kepala tipe tegang otot dapat dicetuskan oleh depresi, stres, cemas, posisi tubuh yang tidak ergonomis. Stres menahun (kronis) menyebabkan kadar kortisol menurun dan otak bagian hippocampus mengalami penyusutan (atrophy).

3. Migren
Karakteristik migren tanpa aura: minimal terjadi 5 serangan nyeri kepala berulang, berlangsung 4-72 jam, unilateral (satu sisi kepala), berdenyut, intensitas sedang atau berat, bertambah berat dengan aktivitas fisik. Selama nyeri kepala bisa disertai mual dan atau muntah, sensitif terhadap suara dan atau cahaya. Selama serangan migren berlangsung, kadar serotonin menurun. Hal ini menyebabkan sistem trigeminal melepaskan substansi bernama neuropeptida, yang menyebar ke selaput otak (meninges). Akibatnya terjadi migren. Migren juga dipicu oleh fluktuasi hormon estrogen (pada wanita), kontrasepsi oral, terapi pengganti hormon, keju, makanan yang asin, terlambat makan, pemanis aspartam, alkohol, anggur, minuman berkafein tinggi, stres, cahaya terang, sinar matahari, aktivitas fisik yang berlebihan, parfum, asap rokok, aktivitas seksual, perubahan cuaca.

Amatlah disayangkan Anda belum menyebutkan tekanan darah saat ini, adakah riwayat hipertensi, obat apa (saja) yang dulu pernah/sering dikonsumsi, adakah riwayat jatuh atau cedera yang mengenai kepala langsung, adakah riwayat sinusitis, adakah riwayat gangguan mata, adakah riwayat gangguan gigi, dsb.

Sekarang kita bahas tentang hasil laboratorium Anda satu per satu. Secara umum, Limfosit berperan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Ada dua jenis limfosit: sel-T dan sel-B. Sel-T berfungsi menyerang dan membunuh kuman, serta membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Sel-B berfungsi membuat antibodi, protein khusus yang menyerang kuman/bakteri. Nilai normal Limfosit adalah 25-40%. Literatur lain menyebutkan 20-40%. Kalau 41% itu masih bisa dikatakan sedikit tinggi atau 'relatif' normal.

Untuk kadar kolesterol normal adalah < 200 mg/dL. Kadar optimal LDL (kolesterol jahat) adalah < 100 mg/dL. Kadar HDL (kolesterol baik) yang diharapkan adalah lebih dari atau sama dengan 60 mg/dL. Kadar trigliserid normal adalah < 150 mg/dL.Sehingga kadar kolesterol total Anda 191 (normal), LDL 116,8 (di atas optimal), HDL 64 (yang diharapkan), dan trigliserida 51 (normal).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vit)

Berita Terkait