Dubur Alami Perdarahan Akibat Tergores Kuku Saat Dibasuh

Dubur Alami Perdarahan Akibat Tergores Kuku Saat Dibasuh

detikHealth
Jumat, 30 Jan 2015 16:45 WIB
Ditulis oleh:
Dubur Alami Perdarahan Akibat Tergores Kuku Saat Dibasuh
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Begini Dok, saat saya sedang membasuh dubur setelah BAB dengan tidak sengaja daerah antara dubur dan vagina tergores oleh kuku saya. Kuku saya tidak panjang, malah sangat pendek, tapi kok darahnya sangat banyak ya? Tapi tidak ada rasa perih.

Saya takut Dok di dalamnya ada luka yang cukup besar sehingga mengeluarkan darah cukup banyak atau memang itu darah haid saya? Tapi kalau lihat tanggal, saya belum waktunya haid Dok. Bagaimana ya? Apakah saya harus langsung ke dokter atau tunggu sampai darahnya berhenti?

Anisah (Wanita lajang, 22 tahun)
anisah_sm12XXXXX@yahoo.com
Tinggi 150 cm, berat 86 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Dear Nona Anisah, darah yang keluar bisa jadi akibat luka goresan, meskipun kuku tidak panjang. Namun masih ada pula kemungkinan darah itu darah haid, di luar siklus normal, alias ada kemungkinan gangguan haid.

Amatlah disayangkan Nona Anisah belum menyebutkan warna darah yang keluar itu apakah terang ataukah gelap. Lalu, berapa banyak, berapa lama mengalir hingga berhenti, apakah pancaran darahnya menetes ataukah menyembur? Apakah disertai nyeri hebat?

Baca juga: BAB Bercampur Darah, Apa Sebabnya?

Pada prinsipnya, kalau darah keluar/berasal dari pembuluh darah arteri, maka warna darahnya lebih merah terang dibandingkan jika darah keluar dari pembuluh darah vena. Mengapa merah terang? Karena pembuluh darah arteri mengandung banyak oksigen.

Kalau darah keluar/berasal dari pembuluh darah vena, maka warna darahnya lebih merah gelap dibandingkan jika darah keluar dari pembuluh darah arteri. Mengapa merah gelap? Karena pembuluh darah vena mengandung banyak karbondioksida (sering salah kaprah diistilahkan masyarakat awam sebagai 'darah kotor').

Saran saya, perdarahan dapat dibersihkan, lalu diberi antiseptik dan kapas/pembalut. Ditunggu hingga berhenti sendiri. Bila dua hari belum berhenti, segeralah memeriksakan diri ke dokter keluarga terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vit)

Berita Terkait