Selamat siang Dok. Suami saya mengeluhkan BAB-nya berdarah jika kelelahan/kurang tidur. Fesesnya cair namun tidak ada diare dan demam. Warna feses kuning, warna darahnya merah namun tidak terlalu segar. intensitas berdarahnya hanya 1 kali/hari, dan terjadi hanya 1 hari saja.
Riwayat disentri (+), riwayat hemoroid (-). Yang mau saya tanyakan, apa yang terjadi dengan suami saya? Apa yang harus saya lakukan sebagai penanganan pertama? Terimakasih.
Denis
XXXXXXX@gmail.com
Tinggi 156 cm, berat 50 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amatlah disayangkan Ibu belum menyebutkan apakah suami ibu mengalami nyeri perut, muntah, lelah atau mudah capek, susah bernapas, keringat dingin, jantung berdebar cepat dan tidak teratur, pernah pingsan, berat badan menurun, dsb.
Perlu diketahui, untuk menegakkan diagnosis, dokter haruslah melakukan anamnesis (pertanyaan terstruktur, detail, komprehensif), pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, melakukan diagnosis banding, menegakkan diagnosis, memberikan terapi, melakukan edukasi dan follow-up.
Baca juga: Feses Hitam atau Berdarah? Waspadai, Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini
Secara umum, Beberapa penyebab darah di tinja antara lain: wasir, penyakit divertikular, robekan di anus (fisura ani), radang usus (kolitis), angiodisplasia (rapuhnya pembuluh darah), ulkus peptikum (tukak lambung), infeksi Helicobacter pylori, polip, kanker kolorektal, problematika esofagus (kerongkongan), penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) jangka panjang dan dosis tinggi, dsb.
Untuk menentukan penyebab perdarahan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti: colok dubur, kumbah lambung (nasogastric lavage), esophagogastroduodenoscopy, kolonoskopi, enteroskopi, anuskopi, sigmoidoskopi, barium X-ray, radionuclide scanning, atau angiografi. Pemeriksaan adakah anemia, problematika pembekuan darah, ada tidaknya infeksi Helicobacter pylori juga dapat direkomendasikan dokter, bila diperlukan, sesuai indikasi.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera membawa suami ibu ke UGD/IGD di rumah sakit terdekat untuk dilakukan evaluasi dan observasi oleh tim medis.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/vit)











































