Saya sudah berapa kali pergi ke dokter, tapi dokter selalu bilang saya hanya sakit biasa, tekanan darah saya juga selalu normal.
Dua hari ini saya lagi flu, dan wajah kiri saya bengkak sedikit, mata dan kuping kiri saya juga jadi tidak nyaman, sakit kepala saya juga bertambah parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novita906 (Wanita lajang, 23 tahun)
cenmei906XXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm dan berat badan 50 kg
Jawaban
Mencermati tanda dan gejala yang Anda keluhkan di atas, maka besar kemungkinan Anda menderita sakit kepala servikogenik (cervicogenic headache, CH) atau migren.
Karakteristik CH antara lain: dirasakan di satu sisi kepala, namun adakalanya dua sisi. Lokasi nyeri di kepala daerah oksipital, frontal, temporal, atau orbital. Intensitas nyeri sedang hingga berat. Serangan yang dirasakan hilang-timbul, berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari. Nyeri umumnya dirasakan di bagian dalam (mendalam), tidak berdenyut. Bisa berdenyut bila disertai serangan migren. Nyeri kepala atau sakit kepala dipicu oleh gerakan leher, manuver valsalva, batuk, atau bersin. Gerakan leher terbatas. Dapat disertai kaku leher. Dapat disertai tanda dan gejala yang mirip migren: mual, muntah, sensitif terhadap sinar dan suara, pusing, penglihatan kabur, mata merah (injeksi konjungtiva), nyeri bahu atau lengan.
Amatlah disayangkan Anda belum menyebutkan apakah ada rasa nyeri di wajah. Jika benar disertai nyeri wajah, maka sedikitnya ada 25 kemungkinan diagnosis, seperti: neuralgia trigeminal, nyeri wajah atipikal, neuropati trigeminal yang amat nyeri, facial migraine, trigeminal autonomic cephalalgia, sluders lower facial migraine, neuralgia glosofaringeal, penyakit sinus, penyakit/gangguan gigi, diseksi karotid, carotidynia, extracephalic ice-pick pains, infark thalamik, sakit kepala kluster, exercise-induced migraine, hemikrania paroksismal kronik, hemicrania continua, sindrom SUNCT (Short-lasting, Unilateral, Neuralgiform headache attacks with Conjunctival injection and Tearing), nervus intermedius neuralgia, sakit kepala servikogenik, neuralgia posherpetik, zoster sine herpete, sindrom Eagles, temporo-mandibular joint disease, atau myofascial pain syndrome.
Pemeriksaan penunjang untuk CH, direkomendasikan dokter sesuai indikasi, antara lain: laboratorium (darah rutin dan kimia darah), radiologi (rontgen foto servikal, MRI untuk menyingkirkan penyebab lainnya).
Solusi CH, dokter atau neurolog akan memertimbangkan terapi farmakologis, nonfarmakologis, manipulatif, anestetik, dan terkadang intervensi pembedahan (operasi) bila diperlukan. Untuk terapi farmakologis, dokter akan memberikan obat dari golongan antidepresan trisiklik, antiepileptik, analgesik, NSAID, relaksan otot, atau injeksi botulinum toxin tipe A.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/vit)











































