Rambut Kemaluan Remaja 15 Tahun Tumbuh Lebat, Normal Atau Tidak?

Rambut Kemaluan Remaja 15 Tahun Tumbuh Lebat, Normal Atau Tidak?

detikHealth
Rabu, 25 Feb 2015 18:17 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Rambut Kemaluan Remaja 15 Tahun Tumbuh Lebat, Normal Atau Tidak?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Halo Dok, saya remaja pria berumur 15 tahun. Dalam usia saya yang muda tetapi bulu kemaluan saya sudah tumbuh dengan lebat. Saya ingin megajukan beberapa pertanyaan. Pertama, bulu kemaluan saya sudah lebat sehingga saya sering mencukurnya, kemudian bulu tersebut merambat tumbuh hingga ke batang penis dengan cukup lebat.

Setelah saya bertanya ke beberapa teman sebaya, mereka tidak mengalami kondisi ini. Apakah kondisi ini normal Dok? Kemudian pertanyaan kedua, testis saya sering mengkerut Dok sehingga nyaris tak terlihat, apakah ini juga normal? Trims Dok.

Kikiz99 (Pria, 15 tahun)
rizkiana.zulXXXXX@yahoo.com
Tinggi 169 cm, berat 64 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Bulu kemaluan (pubic hair) Anda yang tumbuh lebat pada usia 15 tahun, petunjuk hormon hormon pria pada Anda, antara lain testosteron, oxytocin berkembang menuju kadar yang optimal. Dicukur atau tidak dicukur, rambut kemaluan Anda tersebut akan menyebar ke batang penis. Proses ini adalah amat normal.

Baca juga: Lembab dan Rambut Kemaluan Tak Dirawat Picu Gatal-gatal di Alat Kelamin

Sesuai dengan perkembangan usia, rambut kemaluan akan menyusut pada pria lansia. Masalahnya, kadar hormon prianya mulai berkurang bahkan menurun drastis. Pada periode usia pria ini dikenal istilah andropause.

Baca juga: 5 Alasan untuk Tidak Menggunduli Rambut Kemaluan

Pada wanita lansia dengan kadar hormon wanita (estrogen, progesteron) yang menurun, dikenal istilah menopause. Testis akan mengkerut saat tidak ada rangsangan seksual, pada cuaca dingin, dan pada usia lansia (andropause).

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/up)

Berita Terkait