Apakah Gagal Ginjal Mempengaruhi Performa Bercinta?

Apakah Gagal Ginjal Mempengaruhi Performa Bercinta?

detikHealth
Senin, 16 Mar 2015 18:15 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Apakah Gagal Ginjal Mempengaruhi Performa Bercinta?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dok, suami saya divonis gagal ginjal hampir 1 tahun dan sudah rutin menjalani cuci darah seminggu 2 kali. Pertanyaan saya apakah dengan divonis gagal ginjal akan mempengaruhi hubungan seks Dok? Karena saya merasa selama suami divonis tersebut, gairah suami saya untuk melakukan hubungan seks sudah sangat berkurang, biasanya seminggu bisa 2 sampai 3 kali sekarang sebulan paling cuma 1 kali Dok. Mohon solusinya.

Deswas (Pria menikah, 37 tahun)
dewinugroho78XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 58 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gagal ginjal yang telah dilakukan cuci darah (hemodialysis) adalah penyakit kronis yang selama hidup perlu dilakukan cuci darah, pengaturan diet, pembatasan minum dan obat. Kecuali, bila dilakukan transplantasi ginjal atau terapi stem cell yang kelak merupakan terobosan teknologi medis yang paling mutakhir.

Baca juga: Sering Bercinta Bisa Bantu Otak Lebih Tajam Berpikir

Pada gagal ginjal, terjadi pula gangguan keseimbangan hormon pria, karena di puncak ginjal terletak kelenjar suprarenal yang menghasilkan hormon adrenalin, noradrenalin, cortison. Gangguan kadar hormon-hormon tersebut punya pengaruh terhadap kadar hormon free testosteron yang berperan terhadap libido dan kehidupan seksual pria.

Baca juga: Rutin Orgasme Saat Bercinta, Ini Dia 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh

Prioritas, upayakan kadar ureum, creatinine, cystatin-C mendekati nilai normal. Juga tensi darah dan kadar gula darah (HbA1C) dalam batas aman.

Dengan demikian, diharapkan kebugaran jasmani akan membaik, yang akan diikuti oleh kebugaran seksual. Dianjurkan hubungan intim dengan posisi yang nyaman, tidak meletihkan, misalnya posisi  'woman on top' atau 'side by side'. Juga tidak mesti selalui dengan penetrasi penis ke dalam vagina, bisa pula dengan cara oral atau manual pada zona-zona erotik tubuh. Yang utama, puncak kenikmatan seksual yaitu orgasme bisa Anda dan suami capai.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta. (hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads