Sophiana (Wanita menikah, 49 tahun)
sof_0976XXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 150 cm, berat badan 55 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tendinitis, berupa: lateral epikondilitis (tennis elbow): radang di urat daging (tendon). Epikondilitis medial (golfer's elbow).
2. Bursitis olekranon, sebagai hasil dari penyakit sistemik seperti gout atau artritis rematoid.
3. Patah/retak tulang siku (broken elbow).
4. Siku keseleo (elbow sprain).
5. Artritis.
6. Selulitis.
7. Infeksi sendi siku (septic arthritis).
8. Tumor; dapat terjadi kanker tulang primer.
9. Jebakan saraf ulnaris.
10. Distal biceps tendinitis.
11. Triceps tendinitis.
Sedangkan nyeri di siku dapat disebabkan oleh karena:
1. Nyeri alih: spondilosis servikal.
2. Gangguan sendi: artritis rematoid, gout, pseudogout, osteoartritis.
3. Gangguan periartikuler: bursitis olekranon, epikondilitis lateral, epikondilitis medial, kompresi saraf, tendinitis.
Baca juga: Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan
Yang perlu diketahui pula, sebelum mendiagnosis tennis elbow, dokter akan memertimbangkan diagnosis banding: radial nerve entrapment, cervical osteoarthrites, abnormalitas intra-artikuler, kelemahan sendi.
Solusi secara umum untuk tendinitis: diberi es, mengistirahatkan siku, siku dibebat (bracing the elbow), dokter merekomendasikan aspirin, anti-inflamasi: naproxen, diclofenac, ibuprofen, dsb. Pada kasus tennis elbow, dokter akan merekomendasikan: istirahat, es, brace, obat golongan NSAIDs, injeksi steroid, fisioterapi, ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy), radioterapi.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS). (hrn/vit)











































