Nyeri Kepala, Mual, dan Mudah Kram, Indikasi Penyakit Spasmofilia?

Nyeri Kepala, Mual, dan Mudah Kram, Indikasi Penyakit Spasmofilia?

detikHealth
Jumat, 20 Mar 2015 13:47 WIB
Ditulis oleh:
Nyeri Kepala, Mual, dan Mudah Kram, Indikasi Penyakit Spasmofilia?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dokter yang baik, liburan kemarin saya sempat opname di rumah sakit karena sakit kepala luar biasa, mual dan nafsu makan yang menurun. Sejauh ini, obat yang diberikan hanya untuk meringankan gejalanya saja, bukan menyembuhkan penyebabnya. Kemudian saya membaca beberapa artikel tentang spasmofilia dan menemukan beberapa gejala yang mirip dengan diri saya seperti sakit kepala, nyeri yang berpindah, mual, mudah kesemutan dan kram, mudah cemas, mudah alergi, dll. Apakah saya positif mengidap spasmofilia? Langkah apa yang saya harus ambil ke depannya?
Terima kasih banyak dr. Dito Anurogo.

Febriyanidina (Wanita lajang, 20 tahun)
febriyanidina1995XXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 158 cm, berat badan 68 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spasmofilia adalah kondisi dimana saraf motorik menunjukkan sensitivitas yang abnormal terhadap rangsangan elektrik/mekanik, serta kecenderungan untuk konvulsi (kram), tetani (kaku-kaku otot), hingga spasme (kejang). Beberapa literatur menyebutkan bahwa General Adaptation Syndrome (GAS) sebagai basis (dasar) dari spasmofilia. Spasmofilia disebut juga sebagai krisis hiperventilasi.

Gejalanya: mudah lelah atau capek, kaku otot, kram otot, keluhan di lambung dan oragn pencernaan (termasuk usus), serta alergi. Beberapa penderita spasmofilia merasakan tangan dan kakinya seolah ditusuk jarum, kedutan otot, tick (berkedip-kedip) mata. Dada terasa sesak disertai takut. Sebagian merasa cemas dan panik. Anggota gerak (tangan dan kaki) terasa berat dan kaku. Kram sering muncul saat istirahat dan hilang selama beraktivitas/berolahraga.

Bila disertai alergi, asma, dan eksim, mungkin terkait dengan hipoglikemia. Pada wanita, dapat terjadi keluhan seputar haid, berupa:  perdarahan, keputihan, dan nyeri. Penyebabnya penurunan kadar kalsium atau magnesium di dalam darah. Hal ini dapat dikonfirmasikan dengan pemeriksaan laboratorium yang menemukan penurunan kadar kalsium dan magnesium di dalam darah. Kadar kalium (potassium) juga tidak seimbang. Pemeriksaan baku emas (standar) untuk memastikan spasmofilia adalah EMG (Elektromiografi).

Solusinya, dokter akan merekomendasikan suplementasi magnesium, kalsium, dan kalium. Vitamin B6 (100 mg) mendukung metabolisme serotonin, penyerapan dan uptake seluler magnesium. L-tryptophane (3 gram) untuk mengatasi stres akut. Berolahraga, pijat relaksasi, dan psikoterapi dapat membantu pemulihan spasmofilia. Tentunya upaya ini perlu didukung oleh peningkatan kualitas spiritualitas.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS). (hrn/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads