Terima kasih banyak dr. Dito Anurogo.
Febriyanidina (Wanita lajang, 20 tahun)
febriyanidina1995XXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 158 cm, berat badan 68 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejalanya: mudah lelah atau capek, kaku otot, kram otot, keluhan di lambung dan oragn pencernaan (termasuk usus), serta alergi. Beberapa penderita spasmofilia merasakan tangan dan kakinya seolah ditusuk jarum, kedutan otot, tick (berkedip-kedip) mata. Dada terasa sesak disertai takut. Sebagian merasa cemas dan panik. Anggota gerak (tangan dan kaki) terasa berat dan kaku. Kram sering muncul saat istirahat dan hilang selama beraktivitas/berolahraga.
Bila disertai alergi, asma, dan eksim, mungkin terkait dengan hipoglikemia. Pada wanita, dapat terjadi keluhan seputar haid, berupa: perdarahan, keputihan, dan nyeri. Penyebabnya penurunan kadar kalsium atau magnesium di dalam darah. Hal ini dapat dikonfirmasikan dengan pemeriksaan laboratorium yang menemukan penurunan kadar kalsium dan magnesium di dalam darah. Kadar kalium (potassium) juga tidak seimbang. Pemeriksaan baku emas (standar) untuk memastikan spasmofilia adalah EMG (Elektromiografi).
Solusinya, dokter akan merekomendasikan suplementasi magnesium, kalsium, dan kalium. Vitamin B6 (100 mg) mendukung metabolisme serotonin, penyerapan dan uptake seluler magnesium. L-tryptophane (3 gram) untuk mengatasi stres akut. Berolahraga, pijat relaksasi, dan psikoterapi dapat membantu pemulihan spasmofilia. Tentunya upaya ini perlu didukung oleh peningkatan kualitas spiritualitas.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS). (hrn/vit)










































