Dia juga sempat bilang sebal sama temannya. Saya ingin dia cerita tapi dia sepertinya malu. Bagaimana ya solusi saya menyelesaikan masalah ini? Saya khawatir melihat kondisinya.
Dami (31 tahun)
ridam_imXX@yahoo.com
Tinggi 170 cm, berat 60 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Halo Dami, menghadapi situasi seperti ini sebenarnya gampang-gampang susah. Hal yang perlu dilakukan adalah menunggu anak untuk siap bercerita dan mengekspresikan apa yang sebenarnya terjadi. Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dalam merespon ceritanya, namun jika memungkinkan anak tetap diajak untuk semangat ke sekolah. Jika ananda masih malu bercerita secara verbal, ajak ia berekspresi menggunakan media gambar atau boneka sehingga mengurangi perasaan bahwa ia yang sedang bercerita.
Baca juga: Terlalu Banyak Diberikan, PR Malah Tak Efektif Tingkatkan Prestasi Anak
Amati situasinya, jika semakin memburuk dan ia terus memaksa tidak ke sekolah hingga memunculkan tantrum/mengamuk, maka Dami bisa berkonsultasi secara langsung dengan psikolog untuk membantu permasalahan ini.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp (021) 85585261/96633076. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe. (hrn/vit)










































