Benjolan di Tulang Dada, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?

Benjolan di Tulang Dada, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 30 Mar 2015 10:47 WIB
Benjolan di Tulang Dada, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Selamat siang Dok, saya ingin bertanya mengenai benjolan di dada, tepatnya di daerah tulang dada. Awalnya hanya benjolan kecil dan hanya di dada kiri, semakin lama membesar dan bertambah ke daerah tulang lainnya.

Sekarang di dada kanan pun ada dan semakin membesar juga. Tapi waktu pembesarannya cukup lama. Sudah sekitar 5 bulan. Rasa sakit, awalnya intens tapi sebentar.

Sekarang jarang, tapi jika sudah sakit waktunya agak lama. Dan hampir sering sekali terasa di waktu malam hari. Saya sudah sempat cek ke dokter, dan di-rontgen beberapa kali. Tapi tidak ada pembengkakan tulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya juga sudah USG, namun tidak ada pembengkakan jaringan lunak juga. Diagnosis terakhir, Mamary Dysplasi. Dan katanya akan hilang jika hormonnya sudah stabil.

Tapi saya masih sedikit mengganjal Dok, karena benjolan yang saya alami bukan di payudara. Tindakan apa yang harus saya lakukan saat ini Dok? Terimakasih.

Ajeng K. Dewi (Wanita, 21 tahun)
jagadhitaajeng20XXXXX@gmail.com
Tinggi 164 cm, berat 50 kg

Jawaban

Dear Ajeng,

Berdasarkan keluhan yang anda rasakan, masih banyak kemungkinan yang dapat dipikirkan, salah satunya yang harus disingkirkan adalah adanya kecurigaan ke arah tumor tulang yang gejalanya dapat berupa seperti yang anda rasakan. Mammary Dysplasia merupakan suatu perubahan sel di payudara yang pada umumnya jinak, bukan merupakan kelainan tulang dada seperti yang anda rasakan, dan seringkali tidak memerlukan terapi.

Karena Anda sudah menjalani pemeriksaan foto rontgen dan tidak ditemukan kelainan, dan jika memang terdapat kelainan di tulang maka Anda harus melakukan pemeriksaan lanjutan yang dapat didiskusikan dengan dokter.

Saran saya, Anda dapat konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan jika terdapat indikasi lebih lanjut, juga dapat diperiksa oleh dokter spesialis bedah.

Salam, semoga bermanfaat.

dr. Indra Wijaya, SpPD, M.Kes
Departemen Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran, Universitas Pelita Harapan
Siloam Karawaci Hospital

(hrn/ajg)

Berita Terkait