Sering Nyeri Hebat di Perut Kanan Bawah, Mengapa?

Sering Nyeri Hebat di Perut Kanan Bawah, Mengapa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 07 Apr 2015 15:43 WIB
Sering Nyeri Hebat di Perut Kanan Bawah, Mengapa?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Saya sering nyeri hebat di perut kanan bawah sejak saya SMP, awalnya dikarenakan makan makanan pedas dan saya mengobatinya dengan minum segelas susu putih, lalu seiring berjalannya waktu sampai saat ini umur saya hampir 30 tahun, nyeri itu masih saja terjadi bahkan tidak hanya saat sehabis makan pedas dan susu putih pun tidak mempan lagi.

Saya sudah mengurangi minuman bersoda, makan pedas, kopi, makan mie. Saat nyeri saya tidak demam, tidak merasakan mual, muntah-muntah dan saat kaki kanan saya ditekuk malah nyeri itu menghilang.

Saya sudah berkonsultasi dengan dokter umum dan diagnosanya kolik usus namun waktu itu saya ISK menurut dokter urologi saya menyarankan ke dokter kandungan karena dikhawatirkan infeksi saluran telur. Pertanyaan saya:
1. Apa yang harus saya lakukan agar sakit ini tidak kambuh-kambuh lagi? Karena sudah bertahun-tahun ini saya alami.
2. Saya harus ke dokter umum lagi atau ke dokter spesialis kandungan?
3. Dari gejala saya di atas apa termasuk infeksi saluran telur? Dan adakah solusinya untuk penyakit tersebut?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lia (Wanita, 30 tahun)
dwi1107XXXXXX@bsi.ac.id
Tinggi 163 cm, berat 60 kg

Jawaban

Halo Mbak Lia,

Untuk nyeri di daerah perut kanan bawah sebetulnya bisa gejala dari berbagai penyakit. Organ di daerah tersebut harus dievaluasi. Mulai usus buntu, usus, kandungan bahkan otot. Kalau melihat gejalanya timbul setelah makan makanan pedas, ada kemungkinan asal penyakit tersebut dari organ usus atau usus buntu.

Biasanya apabila nyeri berasal dari organ kandungan akan ada keluhan nyeri saat menstruasi atau pertengahan siklus dan seringkali nyeri tersebut hilang timbul secara periodic bergantung dari siklus mens. Akan tetapi belum tentu tidak ada keluhan yang berhubungan dengan menstruasi berarti aman dari kelainan di bidang kandungan.

Sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan Anda untuk melakukan pemeriksaan di organ kandungan Anda apakah ada kelainan atau tidak. Apabila tidak didapatkan sebaiknya minta rujukan ke dokter spesialis lain yang dirasa mungkin ada kaitannya dengan penyakit tersebut.

Prinsip penanganan sangat bergantung dari penyebabnya, sehingga tahapan pertama penanganan penyakit adalah dengan mengetahui penyebabnya. Untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan.

Semoga Bermanfaat.

dr. Hari Nugroho, SpOG
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Staf Divisi Ginekologi Onkologi - Departemen Obstetri dan Ginekologi
RSUD dr Soetomo - Universitas Airlangga, Surabaya
Akun Twitter: @drharinugroho (hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads