Untung saja istri saya masih 'sadar' sehingga saat di hotel cowok itu disuruh mandi dulu dan untung saja kunci motor tidak dipegang itu cowok sehingga dia bisa kabur dari hotel. Walaupun istri saya menceritakan kejadian itu, tapi sempat bikin saya marah karena tidak memanggil saya dan menceritakan tentang cowok itu sebelumnya. Walau akhirnya saya anggap selesai masalah dengan itu cowok.
Tetapi flirting-nya itu tidak berhenti sampai disitu. Sampai akhirnya di tahun 2012 saya menemukan bukti chatingan dia dengan salah satu teman cowok SMA-nya yang isinya sudah melakukan foreplay tetapi tidak sampai ML karena alat kelamin itu cowok tidak dapat penetrasi. Kejadian ini membuat saya marah besar saat saya tanya kenapa da menjawab bahwa asalnya dari saya yang kurang perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aa (Pria, 32 tahun)
d.ic3m4nXXXXX@yahoo.com
Tinggi 168 cm, berat 50 kg
Jawaban
Pak Aa
Salut dengan kebesaran hati anda untuk memaafkan istri yang Anda anggap melakukan kesalahan dalam pernikahan. Saya yakin alasan Anda memaafkan istri adalah karena Anda ingin mempertahankan pernikahan dan memberikan keluarga yang bahagia pada kedua putra Anda.
Memang banyak wanita yang melakukan perselingkuhan karena merasa kurang perhatian dari suami. Wajar juga bila Anda kadang merasa kurang percaya, karena pengalaman yang Anda alami. Katakan saja terus terang pada istri bahwa akan ada saatnya di mana Anda merasa kurang percaya karena pengalaman yang terjadi.
Diskusikan dengan istri, bagaimana ia dapat membuktikan kesetiaannya pada Anda dan apa yang dapat ia lakukan saat Anda sedang merasa tidak percaya. Tentu saja dengan cara yang nyaman untuk kedua belah pihak.
Luangkan waktu lebih dengan istri untuk mulai membina hubungan yang lebih dekat. Rencanakan kegiatan baru yang dapat dikerjakan bersama agar gairah baru muncul dalam hubungan Anda ini. Jangan lupa juga untuk terus berkomunikasi, apakah yang Anda dan istri kerjakan sudah memenuhi harapan dan bagaimana bisa saling beradaptasi.
Semoga hubungan Anda dan istri menjadi semakin kuat setelah melewati berbagai tantangan ya Pak.
Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd
Menyelesaikan pendidikan Magister Psikologi di Universitas Indonesia
dan Magister Pendidikan Profesi Kesehatan di Universitas New South Wales, Australia
Twitter: @rosdianaDNA
Website: Rosdianasetyaningrum.com (hrn/vit)











































