Setelah saya periksa ke dokter umum, saya divonis terkena sakit paru-paru. Pertanyaan saya apakah vonis yang diberikan oleh dokter umum tersebut benar? Bagaimana solusinya? Terimakasih.
Bae Muslikh (Pria, 31 tahun)
baemuslikhXXXXX@gmail.com
Tinggi 170 cm, berat 45 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapak Bae Muslikh yang dirahmati Allah, sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada baiknya sedikit saya uraikan tentang tuberkulosis, salah satu penyakit yang menyerang organ paru-paru.
Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit menular (infeksius) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.
Gejala umum TB:
1. Batuk produktif (berdahak) lebih dari dua minggu
2. Disertai gejala pernapasan berupa sesak napas, nyeri dada, batuk darah
3. Gejala tambahan seperti selera makan berkurang, berat badan turun, sering berkeringat di malam hari (bukan karena cuaca atau beraktivitas), mudah lelah.
4. Untuk gejala lokal (organ tertentu), potret klinisnya sesuai organ yang terkena.
Semua orang dengan batuk berdahak 2-3 minggu yang tidak dapat dijelaskan sebaiknya dievaluasi kemungkinan menderita TB.
Mencermati penjelasan singkat Bapak di atas, ada kemungkinan “vonis” dokter tersebut benar, mengarah ke diagnosis TB. Hal ini berdasarkan informasi dari Bapak; yakni: batuk lama, lebih dari 2 minggu, batuk berdahak dan berdarah, sakit radang tenggorokan yang dirasakan itu boleh jadi muncul karena sudah lama batuk.
Amatlah disayangkan bahwa Bapak belum menjelaskan; apakah ada keluhan sering berkeringat di malam hari, selama dua bulan terakhir ini ada penurunan berat badan, mudah lelah, sesak napas, nyeri dada, selera makan berkurang, adakah riwayat berinteraksi dengan penderita TB (dalam satu rumah atau tetangga rumah atau rekan sekerja).
Solusi: pastikan terlebih dahulu diagnosisnya. Silakan kembali ke dokter/dokter keluarga yang memeriksa Bapak untuk meminta pemeriksaan sputum/dahak SPS atau BTA, foto rontgen dada. Boleh juga dilakukan pemeriksaan darah lengkap, sesuai rekomendasi dokter.
Pemeriksaan darah dapat dilakukan, karena umumnya, pada penderita TB, laju endap darah meningkat, dan monosit juga meningkat.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/vit)











































