Apakah Tulang yang Dibiarkan Bengkok Bertahun-tahun Berefek Buruk?

Apakah Tulang yang Dibiarkan Bengkok Bertahun-tahun Berefek Buruk?

detikHealth
Senin, 01 Jun 2015 11:48 WIB
Ditulis oleh:
Apakah Tulang yang Dibiarkan Bengkok Bertahun-tahun Berefek Buruk?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dok, saya mau tanya. Saat saya sekitar kelas 5 atau 4 saya tak sengaja membengkokkan jari kaki saya, lalu oleh orang tua saya hanya diurut dan berlangsung hanya beberapa minggu. Lalu saat saya kelas 7, saya tak sengaja membuat jari saya itu bengkok lagi, namun setidaknya jadi lebih lurus dari sebelumnya.


Lalu saat saya kelas 9 jari saya terpelituk saat bermain basket, di kelas 10 saya baru menyadari bahwa jari saya tersebut bengkok dan saat ini saya menginjak kelas 11, apakah akan berdampak buruk? Saya juga mengalami kaki O dan skoliosis, apa saya harus periksa ke dokter? Maaf, Dok, kalau kepanjangan, terimakasih.

Lapis23 (Wanita, 16 tahun)
tea.vinnaXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 175 cm, berat 50 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Halo Lapis23,

Bengkoknya jari kaki yang berulang, yang saya asumsikan sebagai dislokasi pada sendi interphalangeal proksimal jari kaki (biasanya jari kelingking), cukup banyak terjadi, hanya saja jarang pasien memeriksakan diri ke dokter karena menganggap bukan suatu penyakit serius. Dislokasi (cerai sendi) ini bisa terjadi berulang atau justru sejak awal tidak dapat kembali lagi ke posisinya (dislokasi kronis). Hal ini disebabkan oleh adanya cedera pada struktur sekitar sendi, misalnya ligament, kapsul sendi, atau plantar plate, akibat penanganan awal yang kurang baik.

Dalam pengalaman saya, tidak semua pasien memerlukan tindakan apabila tidak menimbulkan keluhan seperti misalnya rasa nyeri. Untuk normal kembali, dislokaso kronis/berulang akan membutuhkan tindakan operasi.

Sedangkan mengenai scoliosis dan kaki O yang berbarengan, pada anak muda sering timbul sebagai gangguan postural, yaitu dengan kata lain tidak ada kelainan structural. Untuk lebih jelasnya, silakan menemui dokter untuk diperiksa secara fisik maupun rontgen untuk menyingkirkan adanya kelainan lain yang serius.

Dr. Andri Primadhi, SpOT
Staf Divisi Foot and Ankle
Departemen Orthopaedi dan Traumatologi
FK Universitas Padjadjaran / RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 38, Bandung 40161



(hrn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads