Sering Mengantuk dan Masa Haid Hanya 2 Hari, Normalkah?

Sering Mengantuk dan Masa Haid Hanya 2 Hari, Normalkah?

detikHealth
Selasa, 09 Jun 2015 13:15 WIB
Ditulis oleh:
Sering Mengantuk dan Masa Haid Hanya 2 Hari, Normalkah?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selamat siang Dok, saya wanita berusia 23 tahun. Saya sering merasa mengantuk yang berlebihan sekalipun tidur sudah cukup 8 jam sehari.

Selain itu menstruasi saya hanya berkisar selama 2 hari. Pertanyaannya apa penyebab saya menjadi sering mengantuk seperti itu dan apakah periode menstruasi saya termasuk normal Dok?

Phyling (Wanita, 24 tahun)
linggabalqisXXXXX@gmail.com
Tinggi 145 cm, berat 44 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Gangguan tidur berlebihan di dalam dunia kedokteran disebut sebagai hipersomnia atau hipersomnolen.

Menurut DSM-5 kriterianya, sebagai berikut:
1. Tidur (merasa mengantuk) berlebihan, meskipun sudah tidur sedikitnya selama 7 jam, dengan setidaknya satu dari beberapa gejala-gejala berikut ini:
a. periode tidur berulang dalam hari yang sama;
b. episode tidur utama yang memanjang, lebih dari 9 jam per hari yang tidak memulihkan/menyegarkan tubuh;
c. sulit untuk benar-benar bangun setelah mendadak terbangun.

2. Hipersomnolen terjadi setidaknya tiga kali per minggu untuk sekurangnya tiga bulan.

3. Hipersomnolen menyebabkan distress yang signifikan atau gangguan dalam aktivitas sosial-kemasyarakatan, pekerjaan, atau fungsi lainnya.

4. Hipersomnolen tidak dapat dijelaskan (penyebabnya, apakah karena) penyalahgunaan obat atau medikasi (pemberian obat).

5. Mimpi buruk tidak dapat dihubungkan dengan gangguan tidur lainnya (seperti: narkolepsi, gangguan tidur terkait napas, gangguan tidur-bangun ritme sirkadian, atau parasomnia)

6. Gangguan mental penyerta atau kondisi medis tidak cukup menjelaskan hipersomnolen.

Sebagai tambahan, durasi hipersomnolen dibagi lagi menjadi:
a. akut: kurang dari satu bulan
b. subakut: 1-3 bulan
c. menetap: lebih dari 3 bulan

Hipersomnia dilaporkan dialami oleh 2-5% populasi dewasa. Hipersomnia haruslah dipisahkan atau dibedakan dari kelelahan, kehabisan energi terkait dengan beragam penyakit medis dan psikiatris. Penyebab hipersomnia paling umum atau paling sering adalah narkolepsi, sleep apnea syndrome (SAS), kurang tidur kronis, dan restless legs/periodic limb movements in sleep syndrome (RLS/PLMS). Hal ini dikemukakan oleh Bassetti C dan Gugger M (2000).

Penelitian lain menunjukkan bahwa hipersomnolen atau hipersomnia (primer) diduga disebabkan oleh cedera kepala (benturan, jatuh, memar, dsb) atau infeksi virus. Penyebab pastinya belum diketahui. (Billiard M, 2007)

Riset terbaru menunjukkan bahwa gangguan fungsi sistem norepinefrin dapat terjadi pada penderita hipersomnia idiopatik. Penurunan kadar histamin pada cairan serebrospinal (CSF) juga dilaporkan pada penderita hipersomnia primer. Defisiensi hipokretin juga dapat menyebabkan hipersomnia melalui penurunan fungsi histaminergik. (Kanbayashi T, dkk, 2009)

Pada hewan coba, kerusakan saraf otak menyebabkan hipersomnia. Lebih tepatnya, destruksi neuron nonadrenergik rostral ketiga dari kompleks locus ceruleus. (Guilleminault C, dkk, 1983)

Berbicara tentang terapi, penderita hipersomnia haruslah diobservasi dan ditangani oleh dokter, psikiater, neurolog, atau tim medis. Penderita dilarang mengonsumsi obat tanpa sepengetahuan dokter. Jadi, membeli, mengonsumsi obat, mengobati diri sendiri, tanpa rekomendasi/pengawasan dokter dapat membahayakan kesehatan.

Studi yang dilakukan oleh Mayer G, dkk 2015 menyimpulkan bahwa pemberian modafinil oleh dokter dan tim medis efektif dan aman mengatasi hipersomnia idiopatik, dengan efek samping ringan hingga sedang.

Sekarang, marilah kita beralih ke pertanyaan Anda tentang menstruasi atau haid.

Pedoman umum untuk menstruasi atau haid yang normal:
1. Siklusnya 21-35 hari.
2. Lamanya 3-10 hari, literatur lain menyebutkan 2-7 hari
3. Jumlah darah yang keluar sekitar 30-150 cc/hari.
4. Tidak disertai nyeri atau rasa sakit yang dapat mengganggu aktivitas.

Kembali ke pertanyaan Anda di atas, diketahui bahwa 'menstruasi saya hanya berkisar selama 2 hari', berarti masih dalam batas normal.

Untuk tahun-tahun pertama setelah haid berlangsung, siklus yang memanjang itu umum terjadi. Bagaimanapun juga, siklus haid cenderung memendek dan menjadi lebih teratur, seiring Anda mendewasa.

Hanya saja, amat disayangkan Anda belum menyebutkan pola siklus haid Anda bagaimana? Rutinkah setiap bulan? Berapa banyak jumlah darah yang keluar?

Sekadar tambahan informasi, kondisi 'hipersomnia terkait haid' atau 'menstrual-related hypersomnia' sebenarnya telah diketahui sejak lama oleh Billiard M. dkk, di tahun 1975. Diagnosis ini ditegakkan oleh dokter saat mengantuk harian berlebihan terjadi secara periodik di hari-hari awal sebelum haid. Diduga gejala-gejala yang terjadi mengikuti perubahan hormonal, namun penyebab pastinya belum diketahui.

Kebenaran dan kesembuhan itu berasal dari Allah SWT semata.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vit)

Berita Terkait