Dada Terasa Nyeri dan Kadang Bisa Pingsan, Tanda Penyakit Jantung Koroner?

Dada Terasa Nyeri dan Kadang Bisa Pingsan, Tanda Penyakit Jantung Koroner?

detikHealth
Selasa, 30 Jun 2015 14:20 WIB
Ditulis oleh:
Dada Terasa Nyeri dan Kadang Bisa Pingsan, Tanda Penyakit Jantung Koroner?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Assalamualaikum Dok, saya mau tanya. Sudah 1 tahun 2 bulan dada saya sakit, serasa ditekan, panas dan nyeri di dada. Terkadang menjalar ke tangan kiri dan rahang kiri juga. Saya kalau searching, apa yang saya rasakan sama persis seperti PJK (penyakit jantung koroner) itu gimana ya? Terkadang bisa pingsan saat dada mulai nyeri. Waktu itu pernah ke dokter, tapi dokter nggak memberikan tanggapan jelas saya sakit apa. Hanya dilarang banyak pikiran, makanan pedas atau berminyak, dll. Mohon bantuan pemahamannya Dok.

Evania Syifaz (Wanita, 15 tahun)
evaniasyifazXXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan 53 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar lima juta penderita per tahun dibawa ke UGD/IGD rumah sakit karena nyeri dada. Ini menunjukkan bahwa nyeri dada adalah problematika kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera oleh dokter beserta tim medis.

Serabut saraf aferen dari jantung, paru-paru, berbagai pembuluh darah besar, dan esofagus memasuki ganglia dorsal toraks yang sama, menyebabkan kualitas nyeri dan lokasi nyeri yang tidak jelas.

Mencermati keluhan utama Nona Evania Syifaz di atas, yaitu:
1. Nyeri/sakit di dada
2. Nyeri serasa ditekan
3. Berlangsung selama 1 tahun 2 bulan
4. Dada terasa panas
5. Terkadang menjalar ke tangan kiri dan rahang kiri
6. Terkadang pingsan saat dada mulai terasa nyeri

Keenam petunjuk di atas memang kemungkinan besar mengarah ke diagnosis penyakit jantung koroner.

Namun, perlu diketahui bahwa penyakit jantung koroner bertanggung jawab atas sekitar sepertiga dari semua kasus kematian pada individu berusia lebih dari 35 tahun. Biasanya penyakit jantung koroner dialami oleh perempuan berusia minimal 65 tahun. Meskipun usia muda juga bisa terkena penyakit jantung koroner.

Selain itu, ada beragam penyakit, selain penyakit jantung koroner, yang menjadi diagnosis banding nyeri dada atau sakit dada. Yang umum, antara lain:
1. angina (tipe stable)
2. nyeri dinding dada
3. emboli paru-paru
4. pneumonia
5. pleuritis (radang selaput pembungkus paru-paru)
6. GERD (Gastroesophageal reflux disease) atau refluks esofagitis
7. kostokondritis (radang/infeksi tulang rawan)
8. perikarditis akut
9. infark miokard akut
10. gangguan cemas
11. gangguan panik

Penyebab nyeri dada atau sakit dada yang umum dijumpai di fasilitas/pelayanan kesehatan primer antara lain: berasal dari otot skeletal (musculoskeletal), jantung, lambung dan saluran pencernaan, paru-paru, dan kejiwaan/psikologis.

Amatlah disayangkan Nona Evania Syifaz belum menyebutkan: saat itu pingsan setelah beraktivitas apa, kapan terakhir (tanggal, bulan, tahun berapa) ke dokter, diberi obat apa saja saat terakhir periksa, apakah sudah pernah diperiksa jantungnya (dengan alat EKG), apakah sudah pernah melakukan treadmill, apakah aktivitas sehari-hari yang nona lakukan, adakah riwayat (pernah) menderita penyakit tertentu (misal: kencing manis, tekanan darah tinggi/rendah, dsb).

Penyakit jantung koroner umumnya diderita pria berusia (minimal) 55 tahun atau wanita berusia (minimal) 65 tahun. Meskipun yang muda juga dapat saja menderita penyakit jantung koroner. Gejalanya: nyeri dada memberat dengan beraktivitas, penderita menganggap nyeri berasal dari jantung, nyeri dada tidak muncul dengan palpasi. Ada riwayat penyakit pembuluh darah, seperti: penyakit arteri koroner (penyakit jantung koroner), penyakit vaskuler oklusif, penyakit serebrovaskular, dsb.

Bila berisiko tinggi terkena penyakit iskemi miokard yang muncul dengan nyeri dada, maka tentunya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan EKG electrocardiography) 12 lead. Pada infark miokard akut, biasanya diderita oleh pria berusia lebih dari 60 tahun, berkeringat banyak, nyeri yang menyebar ke bahu atau kedua lengan, leher, lengan, rahang, dan riwayat pernah menderita angina atau infark miokard akut. Dijumpai hipotensi (tekanan darah rendah). Terdengar bunyi jantung ketiga saat dilakukan auskultasi oleh dokter.

Untuk memastikan diagnosis nyeri dada atau sakit dada, memang diperlukan observasi yang komprehensif, meliputi: anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, penegakan diagnosis, pemberian tatalaksana yang sesuai, dan edukasi. Inilah yang dinamakan 'the art of medicine'. Saran kami, dipersilakan untuk segera memeriksakan diri ke UGD/IGD rumah sakit terdekat yang menerima fasilitas BPJS.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan pencerahan. Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vta)

Berita Terkait