Saya sering ajak suami dengan segala cara, tapi dia sering menolak dengan alasan capek, ngantuk, tapi ujung-ujungnya dia mimpi basah lagi dan lagi. Itu yang juga memicu pertengkaran kami. Saya merasa tak dianggap sebagai istri, suami lebih memilih mimpi basah dengan perempuan lain, sedang saya juga butuh dinafkahkan secara batin. Mohon solusinya Dok.
TW (Wanita, 29 tahun)
twXXXXXX@gmail.com
Tinggi 158 cm, berat 40 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jangankan 9 tahun tanpa momongan, 1 (satu) tahun tidak dikaruniai kehamilan Anda dan suami harus segera konsultasi di klinik fertilitas.
Mimpi basah lazim dialami oleh pria pada masa akil balik. Tapi, bila sudah beristeri jauh berkurang, karena hubungan intim harus dilakukan dengan istri secara reguler di alam sadar, bukan di alam mimpi.
Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan seorang Psikolog, dengan tujuan memberi motivasi kepada suami agar menyadari pentingnya memiliki keturunan sebagai tujuan pernikahan yang berbahagia. Bila ia sudah termotivasi, lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi dengan tujuan agar suami memiliki dorongan seksual untuk hubungan intim dengan Anda di alam sadar bukan di alam mimpi yang tidak akan bisa menghasilkan momongan.
Anda patut bersabar, bicaralah dengan suami dengan fokus pembicaraan utama 'ingin segera punya anak'. Renungkanlah: makna CINTA adalah menerima kelebihan pasangan Anda, tapi harus ikhlas menerima pula kekurangannya. Semoga Anda segera diberkahi bayi mungil yang sehat.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta
(hrn/up)











































