Susah Tidur di Malam Hari Padahal Badan Terasa Lelah

Susah Tidur di Malam Hari Padahal Badan Terasa Lelah

detikHealth
Selasa, 07 Jul 2015 15:19 WIB
Ditulis oleh:
Susah Tidur di Malam Hari Padahal Badan Terasa Lelah
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Salam Dokter, ini saya mau tanya, kenapa ya setiap malam saya selalu susah tidur di bawah jam 11 malam? Kalau pun tidur di bawah jam 11 malam pasti ujung-ujungnya saya terbangun di tengah malam dan itu selalu, padahal saya seharian beraktivitas dalam pekerjaan, padahal rasa capek sering terasa tapi selalu saja susah tidur Dok. Tolong sarannya ya Dokter, terimakasih.

Ariadi N (Pria, 21 tahun)
arriaXXXXXX@gmail.com
Tinggi 175 cm, berat 60 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mencermati keluhan di atas, maka ada kemungkinan Mas Aria mengalami insomnia. Ada beberapa kabar bahagia terkait kondisi ini (insomnia). Pertama, untuk menegakkan diagnosis insomnia, diperlukan observasi yang komprehensif, meliputi: anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang (menggunakan polisomnografi, dsb), mendiagnosis banding, menegakkan diagnosis, memberikan tatalaksana sesuai indikasi dan melakukan edukasi ke penderita.

Dokter haruslah dapat membedakan dan menentukan antara insomnia dan restlesslegs syndrome (RLS), gangguan ritme sirkadian, dan obstructive sleepapnea (OSA). Kedua, pola tidur normal itu relatif berubah selama periode pre-pubertas. Selama masa remaja, ada penundaan periode tidur sehingga banyak remaja cenderung tetap terjaga di malam hari dan tertidur kemudian hingga pagi hari. Ketiga, bila benar diagnosis insomnia ditegakkan dokter, maka mas Aria tidak sendirian.

Karena sekitar 40 juta penduduk Amerika menderita insomnia kronis (menahun), dan 20 juta jiwa lainnya menderita insomnia episodik.Keempat, mas Aria bisa mengefektifkan 'bonus' waktu ini untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Misalnya: membaca buku (kitab suci, kisah hikmah, buku motivasi, dsb), menulis (boleh menulis di buku harian atau menulis apapun yang disukai), mengevaluasi kegiatan hari ini, merencanakan apa yang akan dilakukan esok hari, berlatih bahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang, dsb) boleh berlatih listening, grammar, atau kegiatan lainnya.Kabar buruknya, 40% penderita insomnia juga menderita gangguan psikiatri. Yang terbanyak adalah depresi dan gangguan cemas.

Nah, yang perlu Mas Aria ketahui pula, tidur dan bangun di bawah kontrol homeostatik dan irama sirkadian. Ritme biologis sirkadian bangun dan tidur diatur oleh 'jam tidur' di otak bagian nukleus suprakiasmatikus di hipotalamus anterior, yang dipengaruhi baik oleh faktor genetik dan lingkungan.

Insomnia dibagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Insomnia primer biasanya tidak terkait dengan kondisi psikiatris atau medis tertentu. Penyebab umum insomnia primer adalah rotasi kerja yang tak menentu, pola tidur tak teratur, jet lag, kurang memerhatikan higiene tidur, kelebihan asupan kafein dan alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, krisis akut, dan stres. Insomnia sekunder dibagi lagi menjadi dua yaitu akut dan kronis.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Roth T (2007) menggunakan PET (positron emission tomography), diketahui bahwa metabolisme glukosa serebral meningkat selama bangun dan kondisi tidur non-REM (rapid eye movement). Menurut Riemann D dkk (2002), produksi melatonin nokturnal (malam hari) pada penderita insomnia primer berkurang.

Solusi
Untuk tatalaksana insomnia berbasis farmakologis/medikamentosa, dokter akan menggunakan dua pendekatan, yakni: (1) menstimulasi sistem penyebab tidur (melalui reseptor melatonin atau GABA-A) atau (2) menekan satu/lebih sistem pemicu tidur (terutama melalui reseptor histamin, asetilkolin, dan/atau serotonin). Untuk pendekatan berbasis nonfarmakologis, dapat dengan terapi restriksi tidur atau kontrol stimulus. Silakan berkonsultasi dengan dokter, untuk informasi lebih lanjut.

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).

(hrn/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads