Nurodin (Pria, 27 tahun)
nurXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 166 cm, berat 55 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amatlah disayangkan bahwa Bapak Nurodin belum menyebutkan secara jelas, terperinci, dan mendetail berkenaan istri Anda, antara lain tentang:
1. gangguan atau penyakit apakah yang sedang diderita
2. program diet apakah yang sedang dijalankan
3. sudah berapa lama diet ini dijalankan
4. sudah berapa lama keluhan sesak napas itu berlangsung
5. adakah keluhan lain yang juga dirasakan
6. apa profesi dan kesibukan istri saat ini
7. adakah obat atau vitamin lain yang juga dikonsumsi
Boleh jadi itu adalah mekanisme adaptasi tubuh terhadap diet yang sedang dijalankan. Kemungkinan lain adalah interaksi antara diet dengan mekanisme imunologi dan fisiologi tubuh.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Marinari S, dkk (2013), menyimpulkan bahwa integrasi suplementasi diet (nutraceutical) harian dengan kreatin 340 mg dan 320 mg Coenzyme Q selama dua bulan, pada penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK) yang disertai gagal napas kronis, dapat mengurangi sesak napas serta meningkatkan kualitas hidup penderita.
Sementara riset yang dilakukan oleh Brita SA, dkk (2000), menunjukkan kepada kita bahwa program pengurangan berat badan (termasuk diet sangat rendah energi) selama delapan minggu, pada penderita obesitas (BMI 30-42) yang disertai asma, mampu mereduksi (mengurangi) sesak napas, meningkatkan fungsi paru-paru dan status kesehatan penderita.
Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.
Salam sehat dan sukses selalu.
dr. Dito Anurogo bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/vta)











































