Begini Dokter Dito, sejak 1 minggu yang lalu saya merasakan sakit kepala belakang sampai ke leher, setelah 3 hari hilang kemudian berlanjut sakit di bawah pipi dan kuping kanan rasa bengkak tapi masih bisa menelan, hanya saya kalau tidur ke kiri atau ke kanan sakit sampai ke leher bagian belakang. Dokter tempat saya periksa hanya memberikan obat dionicol tanpa memberi diagnosa. Beliau hanya bilang itu kelenjar. Kira-kira bahaya tidak ya Dok? Terimakasih.
Rahmawaty W (Wanita, 24 tahun)
rahmawytXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 44 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Keluhan utama apa?
2. Sakit kepala yang Nona rasakan itu berputar atau berdenyut? Berapa lama (menit, jam) berlangsungnya sakit kepala itu?
3. Apakah didahului dengan demam? Kalau iya, berapa hari? Bagaimana karakteristik demamnya?
4. Apakah Nona disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, seperti: darah rutin/lengkap, Widal, dsb?
5. Apakah tanda-gejala yang Nona rasakan/keluhkan mereda/membaik setelah diberi obat oleh dokter?
Perlu Nona ketahui bahwa keluhan seperti ini masih sangat umum ditemukan di dalam praktik sehari-hari, sehingga kami sulit untuk memastikan atau menegakkan diagnosisnya, tanpa melalui pemeriksaan langsung dan pemeriksaan penunjang secara komprehensif. Diperlukan pula observasi atau follow up yang berkesinambungan. Padahal penegakan diagnosis amat diperlukan untuk dapat menjawab apakah keluhan Nona berbahaya atau tidak.
Demikian penjelasan singkat ini, semoga menjadikan Nona maklum.
dr. Dito Anurogo bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS).
(hrn/up)











































