Saya sudah 21 tahun menikah dengan 3 orang anak, yang 1 sudah kuliah, 1 SMP, dan 1 SD. Saya menikah tidak pacaran dan tahu dari sebelum menikah kalau watak suami memang keras dan kasar kalau bicara. Tapi dulu saya punya pikiran kalau sudah menikah dan memiliki saya seutuhnya akan berubah, tapi harapan tinggal harapan kekasaran dalam bicara semakin parah dari hal yang kecil pun bisa jadi kemarahan besar. Menurut saya suami egois, diktator, tidak mau dilawan, menang sendiri, dan karena itu saya sudah berkali-kali pergi karena tidak tahan dengan kata-katanya.
Terakhir pergi 3 tahun yang lalu, dan tetap juga sama tidak ada perubahan, saya kadang jenuh dan ingin mati saja, kalau tidak ingat anak. Dan satu lagi maaf dalam pemberian nafkah batin pun suka-suka dia waktunya, dan itupun dia puas selesai, tidak pernah mempertimbangkan saya puas atau tidak. Maaf mungkin kalau soal ini saya bisa lebih maklum, kalau diimbangi sikap yang manis dalam berbicara. Nah ini tidak dua-duanya.
Saya stres kalau tidak ingat anak, komunikasi juga tidak bisa searah, karena setiap saya bicara semua salah, dan pasti malah saya tersakiti oleh kata-katanya, dan tidak pernah lagi ada sendau gurau di keluarga kami, karena anak pun takut sama Bapaknya. Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kagusXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 160 cm, berat 59 kg
Mbak Agusti,
Sebenarnya yang Mbak alami ini sudah termasuk dalam kekerasan dalam rumah tangga. Tidak ada orang yang berhak berkata kasar pada kita, terutama suami sendiri. Saat kita bersalah, maka tentu kita harus ditegur, tapi dengan baik-baik dan bukan dengan kata-kata kasar.
Saat Mbak pergi apa yang suami lakukan? Biasanya pelaku KDRT akan meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi namun tentu saja janji ini tidak ditepati. Lebih baik Mbak pergi ke tempat perlindungan kekerasan terhadap perempuan agar dapat ditangani dengan lebih serius. Mereka juga umumnya mempunyai fasilitas penopang untuk keputusan yang Mbak ambil kelak.
Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd
Menyelesaikan pendidikan Magister Psikologi di Universitas Indonesia
dan Magister Pendidikan Profesi Kesehatan di Universitas New South Wales, Australia
Twitter: @rosdianaDNA
Website: Rosdianasetyaningrum.com
(hrn/vit)











































