Wanita Bersuami Sulit Orgasme, Apa yang Harus Dilakukan?

Wanita Bersuami Sulit Orgasme, Apa yang Harus Dilakukan?

detikHealth
Kamis, 30 Jul 2015 18:14 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Wanita Bersuami Sulit Orgasme, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dokter, saya mempunyai masalah yaitu susah orgasme. Terkadang suami sudah kelelahan tapi saya masih juga belum orgasme, bukan tidak bisa orgasme, tapi orgasme saya cenderung lama.

Apalagi kalau saya sedang stres, orgasme semakin sulit. Saya merasa minder dan kehilangan keinginan untuk bercinta. Apa yang harus saya lakukan Dokter? Saya ingin seperti wanita-wanita lain yang bisa cepat orgasme dan merasakan orgasme berkali-kali. Mohon pencerahannya Dokter. Terimakasih.

Feby (Wanita, 24 tahun)
feXXXXXX@gmail.com
Tinggi 170 cm, berat 65 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Yang Anda alami adalah gangguan orgasme yang dikenal sebagai 'prolonged orgasm', jelasnya, mencapai orgasmenya lama. Penyebabnya adalah: gangguan keseimbangan hormon wanita (estrogen, progesteron, oxytocin); faktor psikis, misalnya sedang stres; kesehatan fisik yang sedang terganggu dan pengalaman seksual sebelumnya yang kurang menyenangkan.

Mengingat usia Anda, 24 tahun, yang relatif muda, kemungkinan faktor psikis atau pengalaman seksual sebelumnya yang lebih dominan sebagai kemungkinan penyebabnya.

Sementara lakukan exercise fisik secara reguler disertai asupan gizi yang seimbang. Menjelang berhubungan intim dengan suami lakukan foreplay pada zona erotik Anda yang paling peka secara manual atau oral oleh suami. Mohon pengertian suami agar tunda penetrasi penisnya hingga Anda mendekati/hampir orgasme. Lakukanlah hubungan intim pada situasi yang tenang dan saat tubuh Anda dan suami tengah bugar.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.

(hrn/ajg)

Berita Terkait