Sudah Tidak Pernah Lagi Alami Orgasme Vaginal

Sudah Tidak Pernah Lagi Alami Orgasme Vaginal

detikHealth
Senin, 05 Okt 2015 18:18 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Sudah Tidak Pernah Lagi Alami Orgasme Vaginal
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dear Dokter yang terkasih, mohon solusinya. Waktu 6 bulan pertama menikah saya masih bisa merasakan orgasme di dalam vagina saat berhubungan intim dengan suami, saat itu berat badan saya masih 55 kg. Setelah 6 bulan selanjutnya berat badan saya berangsur naik dan saya sudah tidak pernah merasakan orgasme vaginal lagi saat berhubungan intim dengan suami.

Saya mengakali dengan bermain di klitoris dengan jari oleh suami sampai tercapai orgasme baru melakukan penetrasi Mr. P ke vagina. Vagina saya tidak merasakan rangsangan apa-apa, tapi tidak sakit atau perih dan masih ada lubrikasi. Saya masih bisa mempunyai gairah seks, tidak sakit saat penetrasi tapi tidak bisa orgasme vaginal.

Dan pada saat suami memainkan klitoris saya, saya suka membayangkan suami bermain dan bercinta dengan wanita lain hingga saya mencapai orgasme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang saya mau tanyakan :
1. Apa penyebab saya tidak bisa lagi orgasme vaginal?
2. Bagaimana menyembuhkannya?
3. Apa salah saya membayangkan seperti itu, kenapa?
4. Bagaimana solusi untuk seks yang lebih berkualitas dan tidak menyalahi moral. Terimakasih atas pencerahan dan solusi Dokter.

Julia (Wanita, 29 tahun)
yulianaXXXXXX@gmail.com
Tinggi 168 cm, berat 68 kg

Jawaban

Semula BB Anda 55 kg, TB 1,65 m, artinya Indeks Masa Tubuh (IMT) = 21, artinya normal-weight. Saat ini BB meningkat jadi 65 kg, artinya IMT = 24, sedikit overweight. Kendatipun usia Anda relatif muda, 29 tahun, penambahan BB bisa memicu hipertensi, diabetes mellitus, hypercholesterol; penyakit penyakit ini bisa mengganggu persarafan dalam tubuh kita yg dikenal sebagai 'neuropathia'. Bisa saja berkurangnya kepekaan vagina hingga tidak bisa menikmati orgasme vaginal. Berbeda dengan klitoris, persarafannya lebih halus hingga gangguan neuropathia tidak terjadi pada masa awal.

Dianjurkan Anda berkonsultasi dengan Dokter Keluarga Anda, minimal bisa dilakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tekanan darah.

Fantasi seksual yang Anda lakukan ketika ML dengan suami, adalah hal yang amat privacy, maka sah-sah saja bila Anda lakukan demi tercapainya orgasme sebagai puncak kenikmatan seksual. Tidak usah dikaitkan dengan moral, karena Anda ML-nya dengan suami tercinta, bukan dengan orang lain.

Hubungan intim yang ideal adalah hubungan intim yang dilakukan atas kehendak bersama (suami istri), diawali dengan foreplay yang cukup hingga bertahap mencapai orgasme, diakhiri dengan periode relaksasi. Pada saat ini dirasakan: rasa sayang yang indah, penuh kelembutan. Suasana ini lebih mendominasi katimbang hasrat birahi yang menggebu-gebu saat awal ML.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

(hrn/up)

Berita Terkait