Etto (Pria, 26 tahun)
ettosupXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 50 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari uraian keluhan istri Anda, besar kemungkinan istri mengalami vaginismus. Yaitu, spasme (kejang) otot vagina 1/3 bagian luar dan sekitarnya hingga hubungan seksual tidak dapat dilakukan secara optimal. Vaginismus dapat terjadi sejak awal, yang disebut vaginismus primer. Tapi, vaginismus dapat terjadi kemudian karena sesuatu sebab, padahal sebelum itu fungsi seksualnya baik. Ini disebut vaginismus sekunder.
Pada wanita dengan vaginismus, kendatipun sangat ketakutan terhadap hubungan seksual atau sentuhan pada kelaminnya, mereka tetap memiliki dorongan seksual yang normal. Mereka dapat menikmati aktivitas seksual yang lain, misalnya ciuman, pelukan, atau rangsangan pada bagian tubuh lain. Bahkan, mereka dapat menikmati orgasme dengan aktivitas seksual tersebut.
Baca juga: Kondisi-kondisi yang Bisa Bikin Wanita Trauma Bercinta
Penyebabnya bisa penyebab fisik, misalnya peradangan vagina, bekas robekan dinding vagina karena melahirkan yang tidak sembuh dengan baik. Hal ini bisa menimbulkan vaginismus, sebagai suatu refleks yang bersifat protektif terhadap rasa nyeri.
Penyebab lain adalah penyebab psikis, misalnya pengalaman seksual yang traumatik, latar belakang keluarga atau budaya yang memandang hubungan seksual sebagai sesuatu yang kotor, menjijikkan, dosa, dan hubungan seksual yang selalu memicu rasa sakit karena belum cukup terangsang. Dianjurkan Anda dan istri berkonsultasi dengan Dokter spesialis urologi untuk memastikan penyebabnya, hingga pengobatan dan solusinya bisa tepat.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta
(hrn/up)











































