Jumat, 23 Okt 2015 13:16 WIB

Efek Samping Bila Mengonsumsi Raw Food dalam Jangka Panjang

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mbak Leona, saya baru 1 bulan mencoba hidup sehat dengan cara mengonsumsi raw food walau masih 60 %, untuk sarapan dan makan malam. Sekarang badan terasa lebih bugar. Apakah efek samping bila mengonsumsi raw food pada jangka panjang dan mengapa setelah saya beralih ke raw food, saya malah jadi malas latihan beban? Terimakasih.

Faizal (Pria, 40 tahun)
emir_faizalXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 178 cm, berat 82 kg

Jawaban

Halo Faizal,

Konsumsi raw food jangka pendek ataupun panjang boleh boleh saja. Paling penting diperhatikan adalah kebersihan saat menyimpan dan membersihkan makanan raw karena tidak ada lagi proses memasak untuk mematikan bacteria.

Sebenarnya mungkin terasa lebih bugar karena dengan diet raw food kita terpaksa makan lebih banyak sayur dan buah, dibandingkan hasil makanan olahan yang sudah digoreng, kena pengawet dsb.

Saat mengkonsumsi raw food diet maka sumber protein dan terutama B12 biasanya menghilang karena sumber utama protein dan B12 adalah makanan hewani. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya gairah olahraga angkat beban karena tubuh ingin menghemat pengeluaran protein (dalam bentuk otot) karena sehabis olahraga biasanya perlu banyak protein untuk memperbaharui sel-sel otot yang rusak.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.



(hrn/up)