Emosi saya langsung meledak-ledak. Saya sudah coba untuk benar-benar menahan dan meredam emosi saya tapi terkadang tidak berjalan baik, apa yang harus saya lakukan? Karena selain saya tidak mau melukai perasaan orang, baik teman, keluarga ataupun pacar karena sifat saya ini, kemarahan benar-benar menguras energi. Terimakasih Mbak.
Duta
duta_XXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 155 cm, berat 65 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Duta,
Says cukup terharu membacanya ketika ada seseorang yang mulai menyadari bahwa perilaku yang dimunculkan bisa menimbulkan efek negatif bagi orang lain dan mau mencoba memperbaiki. Yuk kita bahas bersama ya.
Kondisi yang terjadi dalam diri kamu bisa saja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu salah satunya adalah sistem regulasi diri yang kamu miliki belum sepenuhnya berkembang secara optimal dan berkualitas sehingga respon yang kamu munculkan masih bersifat respons primitif (impulsif marah dan langsung membalas rasa sakit hati tanpa memikirkan apa akibatnya).
Hal ini juga terkait dengan anger management (pengaturan kemarahan) yang kamu miliki kemungkinan belum sepenuhnya terkontrol dengan baik. Lantas apa yang bisa kamu lakukan? Emosi yang dirasakan memang harus dilepaskan (release) dan bukan ditahan, namun cara melepaskannya harus diatur secara bertahap.
Misalnya, ketika kamu sedang berada dalam situasi emosi tingkat tinggi dan kemarahan yang memuncak, cobalah untuk cut the circle of your anger dengan cara minum segelas air putih terlebih dahulu, lalu mulai memikirkan respon (jadi tidak mengikuti gerakan amarah).
Baca juga: 3 Gaya Marah Manusia dan Akibatnya
Membiasakan pikiran untuk selalu memikirkan alternatif selain marah/meledak-ledak yang mungkin saja bisa dengan menghindari sesaat lingkungan dan menyendiri untuk menenangkan pikiran.
Hal lain yang perlu kamu perhatikan juga adalah apakah kamu memiliki waktu yang cukup berkualitas untuk memperhatikan diri kamu sendiri dan tidak sedang mengalami kelelahan? Karena faktor kelelahan dapat meningkatkan potensi seseorang untuk marah serta bereaksi terhadap stimulus emosi secara cepat.
Jika semua cara sudah coba dilakukan dan tidak berhasil, maka segera konsultasi dengan psikolog untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan terkait hal yang kamu alami.
Semoga membantu ya.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp 021-85585261/087877928230. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe. (hrn/vit)











































