Bercinta Selama 5-15 Menit Mampu Ciptakan Klimaks Pasangan?

Bercinta Selama 5-15 Menit Mampu Ciptakan Klimaks Pasangan?

detikHealth
Jumat, 20 Nov 2015 18:31 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Bercinta Selama 5-15 Menit Mampu Ciptakan Klimaks Pasangan?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selamat malam dr Andri. Saya sudah menikah selama 16 bulan tapi belum di karunia buah hati. Yang menjadi pertanyaan saya adalah:

1. Apakah bercinta dengan durasi 5-15 menit mampu menciptakan klimaks pasangan agar dinding rahim istri saya terbuka?
2. Yang dinamakan pintu rahim itu yang bagian mana?
3. Apakah kecelakaan saat khitan (dulu saya mengalami pendarahan yang sangat banyak) bisa menjadi penyebab lambatnya saya memiliki keturunan?

Jose45 (Pria, 30 tahun)
mraroonXXXXX@gmail.com
Tinggi 167 cm, berat 52 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Terjadinya kehamilan, bila hubungan intim dilakukan saat masa subur istri Anda. Pada umumnya, hari ke 12 s/d 15 dihitung sejak haid terakhir hari pertama. Misalnya, haid terakhir hari pertama, tanggal 3, maka periode subur (3+12 = 15), tanggal 15, 16, 17, 18, 19 bulan berikutnya.

Durasi hubungan intim tidak menentukan, 5-15 menit, 30 -60 menit, sama saja dan bisa menimbulkan kehamilan bila terjadi pertemuan antara sel jantan (spermatozoa) dan sel betina (ovum) pada masa subur wanita. Mulut rahim (portio cervix) dipastikan terbuka pada wanita yang sudah haid.

Perdarahan saat khitan tidak akan menggangu kualitas sperma, karena sperma di produksi di buah zakar. Karena Anda sudah menikah 16 bulan tanpa 'momongan', disarankan Anda berkonsultasi ke klinik fertilitas, untuk memastikan penyebab dan solusinya. Dengan selalu berpikir positif, diharapkan Anda dan istri segera diberkahi bayi yang mungil.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

(hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads