Kebetulan dalam riwayat dari keluarga saya pun ada yang mempunyai riwayat yang sama dengan saya yaitu kakak dari ibu saya, beliau saat meninggal pada umur 29 tahun umur otaknya telah memasuki umur 70 tahunan. Ada yang bilang saya anak indigo tapi saya sendiri pun bingung apakah benar atau tidak. Tapi memang dari saya mulai SMP saya sudah mulai susah beradaptasi dengan lingkungan yang seumur dengan saya, saya lebih tenang dan nyaman bila mengobrol dengan orang yang lebih tua, kalau saya mengobrol dengan teman yang seumuran sering kali tidak nyambung.
Semenjak SMP pun sudah senang membaca buku-buku yang bertemakan berat seperti pembahasan politik dll. Saat ini pun saat saya telah kuliah, saya sering kali berbeda pendapat dan berbeda pemikiran dengan teman-teman di kampus. Untuk penggarapan skripsi pun saya dikatakan oleh dosen kalau konsep pemikiran saya untuk skripsi sudah jauh dan bukan merupakan pemikiran untuk mahasiswa S1. Apakah hasil test tersebut masuk akal dan saya harus bersikap seperti apa untuk bisa hidup normal seperti teman-teman yang seumuran dengan saya? Terimakasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
vaisya.XXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 75 kg
Jawaban
Dear Vaisya, membaca penjelasan dari kamu maka sekilas bisa dikatakan bahwa ada kebutuhan yang memang berbeda antara kamu dengan anak-anak lain seusia kamu. Misalnya dari tema pembicaraan, kamu lebih menyukai sesuatu yang serius dan berat, namun remaja pada umumnya menyukai sesuatu yang lebih kepada hubungan dengan lawan jenis misalnya. Sehingga antara kamu dan teman-teman kemungkinan tidak mengalami kecocokan dalam cara berpikir dan mengalisa sesuatu. Hal ini bisa disebabkan oleh daya analisa kamu yang memang jauh lebih baik dibandingkan anak-anak seusia kamu dan juga disebabkan oleh usia mental yang melebihi usia kronologis.
Jadi kemungkinan hasil test tersebut masuk akal dan Sikap yang dapat kamu bentuk adalah mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan dimana kamu berada. Karena sesungguhnya sebaik-baik kemampuan sosial adalah dapat menyesuaikan diri kita dengan lingkungan dan norma kelompok tanpa merubah Value yang kita miliki.
Coba berpikir kreatif bagaimana caranya agar kamu bisa menikmati interaksi dengan orang lain yang memang sesuai usia kamu, just challenge the norms but not break the rules. Buatlah langkah konkrit apa yang akan kamu lakukan dalam upaya menyesuaikan diri, mulailah dari hal sederhana misalnya memiliki diskusi dengan teman-teman menggunakan tema-tema yang ringan dan general.
Selain itu, make a friends dan pergi bersama teman ke tempat-tempat yang sering mereka kunjungi namun belum pernah kamu kunjungi selama ini dan coba kenali apa yang sebenarnya biasa mereka lakukan. Jika kamu bersikap terbuka terhadap mereka, maka mereka pun akan mencoba memahami kamu dan kemampuan sosial kamu bisa menjadi lebih baik.
Selamat mencoba.
Ratih Zulhaqqi, M.Psi
Psikolog Anak lulusan Magister Profesi Klinis Anak Universitas Indonesia. Saat ini berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre
Jl. Tebet Barat IX No 11 Jakarta Selatan Telp 021-85585261/087877928230. Follow Twitter Ratih: @ratihyepe.
(hrn/up)










































