Jumat, 08 Jan 2016 14:46 WIB

Pentingkah Mengecek Golongan Darah?

Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Dok, seberapa pentingkah untuk mengecek golongan darah? Saya belum pernah mengecek golongan darah, dan saya ingin mengeceknya segera, namun melihat hasil pengecekan beberapa teman saya yang berubah-ubah (hasil tes mengatakan golongan B, tapi saat akan donor darah dinyatakan golongan A), saya menjadi ragu untuk melakukan pengecekan darah. Jadi apakah mengecek golongan darah itu sangat penting? Terimakasih Dok atas jawabannya.

Faza (Wanita, 22 tahun)
faza27fXXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 47 kg

Jawaban

Golongan darah ditentukan oleh antigen. Misal seseorang memiliki antigen A di sel-sel darahnya, maka berarti golongan darahnya A. Bila ia memiliki antigen B, maka berarti golongan darahnya B. Bila ia memiliki antigen A dan B, maka berarti golongan darahnya AB. Bila tidak memiliki antigen apapun, maka berarti golongan darahnya O.

Periksa golongan darah ini penting sekali untuk pelbagai keperluan, seperti:
1. untuk keperluan transfusi darah, semisal operasi atau kecelakaan
2. untuk kepentingan donor darah
3. untuk mengetahui ada-tidaknya kecocokan darah, sehingga mencegah terjadinya reaksi cross-match, agar risiko reaksi transfusi dapat diminimalkan
4. mengetahui karakter, kelemahan, kekuatan, dan potensi diri.
5. mengetahui kecenderungan menderita penyakit tertentu berdasarkan golongan darah
6. memahami diet yang tepat, meskipun dasar ilmiah diet golongan darah ini masih kontroversial di antara para ahli.
7. mengetahui kecocokan hubungan antarindividu
8. memahami bagaimana menyikapi, menaklukkan hati, merebut simpati seseorang dengan mengetahui golongan darahnya
9. mengetahui trik mendidik anak berdasarkan golongan darahnya
10. memanjakan pasangan hidup sesuai golongan darahnya
11. mengetahui karakteristik calon mertua, calon pasangan hidup, saudara, tetangga, kenalan, guru, bos, anak buah, serta bagaimana cara terbaik kita di dalam memerlakukan mereka semua cukup dengan mengetahui golongan darah mereka.

Semua ini dapat dilakukan dengan memahami hematopsikiatri, yang telah saya rintis sekitar tahun 2005 dan sudah saya kembangkan sejak tahun 2007 hingga kini.

Golongan darah itu tidak dapat berubah. Bila memang ada kasus atau kejadian seperti itu, maka boleh jadi ada ketidaksesuaian hasil pembacaan, tertukar dengan golongan darah lain karena lupa memberikan label atau keterangan, ada reagen yang tidak lagi (atau kurang) berfungsi, atau hal-hal teknis yang menyebabkan kesalahan interpretasi golongan darah.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Dito Anurogo sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/vit)