Rizka (Wanita, 20 tahun)
rizka.XXXXXX@gmail.com
Tinggi 159 cm, berat 56 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. kepala terasa berputar atau pusing
2. pingsan
3. mual
4. penglihatan kabur
5. kekurangan konsentrasi
6. dehidrasi dan rasa haus yang tidak biasa
7. kulit menjadi pucat, teraba dingin, lembab, keringat dingin
8. napas cepat dan dangkal
9. kelelahan
10. depresi
Solusi hipotensi, tergantung penyebab yang mendasarinya. Beberapa kondisi yang berpotensi menyebabkan hipotensi, antara lain:
1. Dehidrasi
2. Permasalahan endokrin, seperti: insufisiensi adrenal, penyakit Addison, hipoglikemia, diabetes, penyakit paratiroid, dsb.
3. Kehamilan
4. Konsumsi obat-obat tertentu juga menyebabkan hipotensi. Misalnya: golongan alfa bloker, golongan beta bloker, inhibitor ACE (angiotensin-converting enzyme), golongan diuretik, antidepresan.
5. Gangguan persarafan, misalnya: penyakit Parkinson.
6. Anemia, yakni: kekurangan hemoglobin darah.
7. Gangguan, serangan, atau penyakit jantung.
8. Terlalu lama bedrest (berbaring di tempat tidur) akibat sakit yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan terjadinya hipotensi.
9. Syok dan cedera yang serius. Contohnya: syok septik, sindrom syok toksik, syok anafilaksis, syok kardiogenik, kecelakaan yang menyebabkan perlu transfusi darah, luka bakar parah, dsb.
10. Reaksi alergi berat (anafilaksis).
11. Infeksi tubuh yang parah, hingga ke aliran darah, atau disebut juga septikemia.
12. Emboli di paru-paru.
13. Komunikasi antara otak dan jantung tidak/kurang harmonis. Ini dapat menyebabkan hipotensi yang dinamakan neurally mediated hypotension (NMH). Misalnya: saat berdiri lama, darah akan terkumpul di kaki. Ini menyebabkan hipotensi. Pada kasus NMH, tubuh bereaksi salah dengan mengatakan ke otak bahwa tekanan darah tinggi. Sebagai respon, otak akan memerlambat denyut jantung. Ini membuat tekanan darah drop. Akibatnya tubuh merasa pusing, lemas, pucat, dan gejala lainnya.
Singkatnya, penyebab hipotensi dapat dikelompokkan menjadi:
1. kardiogenik
2. hipovolemik
3. toksikologik
4. obstruktif
5. metabolik
6. vasodilatorik
7. spurious
Di dunia kedokteran, ada jenis hipotensi yang dinamakan hipotensi terkontrol (controlled hypotension), yaitu: reduksi tekanan darah sistolik hingga 80-90 mm Hg, reduksi mean arterial pressure (MAP) hingga 50-65 mm Hg atau 30 persen reduksi dari nilai MAP baseline. Pada kasus ini, dokter akan merekomendasikan terapi kombinasi, antara remifentanil dengan propofol atau agen inhalasi (isoflurane, desflurane, atau sevoflurane) pada konsentrasi klinis.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/vit)











































