Kenapa Susah Klimaks?

Kenapa Susah Klimaks?

detikHealth
Kamis, 14 Jan 2016 18:10 WIB
Dr. Andri Wanananda MS
Ditulis oleh:
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta.
Kenapa Susah Klimaks?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Sekitar empat tahun yang lalu, saya bisa merasakan klimaks di saat berhubungan dengan pasangan. Di saat itu, berat badan saya sekitar 80-an kg. Saya selalu merasa apakah masalah ada di berat badan saya. Tetapi sekarang berat badan saya sudah berkurang, kira-kira kenapa saya susah mendapatkan klimaks ya? Saya cuma bisa merasakan klimaks jika pasangan menyentuh klitoris saya saja. Terimakasih.

Merry (Wanita, 28 tahun)
iammerryXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 75 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usia Anda belum mencapai 30 tahun, tapi Anda tergolong 'overweight'. Klimaks (orgasme) adalah puncak dari dari siklus seksual yang diawali dengan foreplay dan diakhiri dengan fase relaksasi sesudah orgasme. Dari uraian Anda jelas zona erotik yang paling peka pada tubuh Anda adalah klitoris. Jadikan klitoris sebagai pemicu untuk mencapai klimaks.

Jelasnya, minta pasangan Anda melalukan rangsangan secara manual atau oral pada klitoris, setelah Anda merasakan hampir klimaks, barulah pasangan melakukan penetrasi penisnya ke dalam Miss V Anda. Karena tubuh Anda overweight lakukan juga pemeriksaan kadar gula darah dan lemak darah (cholesterol). Lakukan pula exercise fisik secara teratur: brisk-walking, swimming, dan sebagainya.

Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta

(hrn/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads