Amandel Berlubang dan Berbau, Apa Solusinya?

Amandel Berlubang dan Berbau, Apa Solusinya?

detikHealth
Selasa, 19 Jan 2016 16:14 WIB
Ditulis oleh:
Amandel Berlubang dan Berbau, Apa Solusinya?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Amandel saya memiliki banyak lubang, dan menyimpan sari makanan yang ditelan, kadang hingga sebesar butir nasi. Baunya persis seperti gigi yang berlubang. Dok, apa ada solusi untuk keluhan saya ini? Terimakasih.

Siti Saadah (Wanita, 33 tahun)
sitisaadahXXXXXX@gmail.com
Tinggi 158 cm, berat 58 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari penjelasan di atas, tampaknya saudari Siti Saadah mengalami tonsilitis kronis. Terlebih lagi ada halitosis, yang ditunjukkan dengan 'baunya persis seperti gigi yang berlubang'. Pada fase ini memang sudah tidak dirasakan demam. Namun alangkah baik, bila saudari Siti Saadah melengkapi informasi di atas dengan:

1. Sudah pernah memeriksakan diri ke dokter? Bila sudah, apa saja saran dari dokter?
2. Kondisi di atas sudah berlangsung berapa lama?
3. Apakah Anda terasa sakit, sulit, atau terganggu saat menelan?
4. Kondisi di atas apakah sering kambuh atau berulang?
5. Apakah Anda saat tidur mengorok?
6. Apakah kondisi ini mengganggu tidur dan aktivitas Anda sehari-hari?

Perlu diketahui, untuk diagnosis atau kasus tonsilitis, maka beberapa kondisi di bawah ini merupakan diagnosis bandingnya:

1. Common cold
2. Infeksi HSV (Herpes Simpleks Virus)
3. Infeksius mononukleosis
4. Infeksi streptokokus
5. Infeksi coxsackievirus
6. Epiglotitis
7. Abses retrofaring
8. Abses peritonsil
9. Faringitis gonokokkal
10. Difteri
11. Infeksi HIV (kondisi amat langka)
12. Keganasan (jarang, biasa pada orang tua)

Saran kami, segeralah memeriksakan ke dokter umum atau dokter keluarga terdekat. Bila memang benar tonsilitis kronis, maka solusinya dengan operasi (tonsilektomi). Terapi obat hanya bersifat simtomatis (mengatasi gejala/keluhan), tidak dapat mengatasi tonsilitis kronis.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/vit)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads