Muhammad (Pria, 18 tahun)
mramadhan742XXXX@gmail.com
Tinggi 176 cm, berat 55 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kongenital (diwariskan/diturunkan)
2. Inflamasi (peradangan)
3. Neoplastik (keganasan)
Gangguan neoplastik lain yang bermanifestasi sebagai benjolan/massa di leher antara lain: lipoma, limfoma, dan paraganglioma.
Massa jaringan lunak di leher dapat mengindikasikan adanya lipoma, neuroma, sarkoma, dan hemangioma. Bantalan lemak (fat pads) mengindikasikan obesitas atau sindrom Cushing (Buffalo hump). Pembesaran tiroid menunjukkan kemungkinan ke arah multinodular goiter, hipertiroidisme, atau tiroiditis.
Sedangkan benjolan di leher sebelah kiri dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya:
1. Pembengkakan pembuluh limfe (kelenjar getah bening) dapat disebabkan oleh bakteri (penyakit cat scratch, mikobakterium atipikal, tonsilitis, faringitis bakterial, abses peritonsil), virus (campak Jerman, infeksi herpes, penyakit HIV-AIDS, faringitis viral, mononukleosis infeksiosa), penyakit Hodgkin, kanker mulut, leukemia, penyakit-kanker tiroid, alergi (makanan, obat, dsb), atau reaksi alergi.
2. Pembengkakan kelenjar ludah dapat disebabkan oleh gondong (mumps), batu di duktus salivari, infeksi, dan tumor kelenjar ludah.
Untuk memastikan berbahaya atau tidak, benjolan di leher kiri memerlukan evaluasi lebih lanjut. Evaluasi lebih lanjut oleh dokter memerlukan anamnesis komprehensif dan pemeriksaan fisik. Pada kasus anomali kongenital, diperlukan CT dengan kontras, lalu dilanjutkan biopsi eksisi. Pada kondisi infeksi atau inflamasi, maka dokter akan memberikan antibiotik secara empiris. Pada kasus neoplasma, dokter akan menganjurkan CT scan dengan kontras dan biopsi aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration biopsy).
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.
(hrn/vit)











































