Kamis, 28 Jan 2016 15:15 WIB

Sering Lupa Nama Orang, Apa Sebabnya?

Ilustrasi: Thinkstock Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Saya mengalami masalah ingatan dengan nama dan nomor. Saya tidak ingat nama teman atau angka saat saya sedang ditanya seseorang, tetapi saat tidak ditanya orang lain atau saat senggang saya ingat lagi, entah mengapa ini terjadi saat penting, semua blank saat saya sedang mengobrol.

Misal, saya sedang berbincang dengan atasan saya masalah kerjaan, lalu kerjaan tersebut butuh sparepart maka saya pesan ke teman saya, tetapi saat mengobrol dengan atasan saya lupa nama teman saya tersebut. Setelah selesai mengobrol saya ingat nama tersebut (hanya nama yang lupa tapi wajah saya ingat). Apa yang membuat otak saya lupa akan nama-nama teman saya saat penting? Apa solusinya?

Murdianto (Pria, 25 tahun)
tiger.XXXXXX@gmail.com
Tinggi 177 cm, berat 62 kg

Jawaban

Dear Mas Murdianto,

Sebagian gangguan 'pelupa' merupakan kondisi reversible alias dapat dipulihkan kembali. Kondisi atau gangguan 'pelupa' ini dapat disebabkan oleh kurang beristirahat atau kurang tidur, demam tinggi, dehidrasi, depresi, stres, cemas, penggunaan alkohol, defisiensi vitamin dan nutrisi tertentu, gangguan tiroid (underactive thyroid), penggunaan obat-obatan tertentu (golongan antidepresan, penurun tekanan darah, tranquilizers, dsb).

Menurut beberapa literatur, kondisi pelupa memiliki banyak sekali diagnosis banding. Nah, beberapa diagnosis banding dari 'pelupa', antara lain:
1. Kekurangan vitamin B12
2. Migraine
3. Gangguan kognitif ringan
4. Ensefalopati traumatik menahun
5. Kejang (seizure)
6. Stroke iskemik
7. Stroke hemoragik
8. Cedera otak traumatik
9. Cedera hipoksik setelah henti/serangan jantung
10. Demensia dengan Lewy bodies
11. Demensia vaskuler
12. Demensia Alzheimer
13. Demensia semantik
14. Demensia frontotemporal
15. Sindrom kortikobasal
16. Amnesia global transien
17. Ensefalopati limbik

Solusi untuk mengatasi pelupa antara lain:
1. Persering menyebutkan nama dan sering bergaul dengan banyak orang.
2. Untuk dapat mengingat nomor, tulislah, lalu kaitkan dengan simbol-simbol tertentu.
3. Fokuskan perhatian saat berdiskusi dengan siapapun.
4. Bila memang sulit mengingat, maka milikilah notes atau catatan kecil dan pulpen di saku.
5. Saat berkenalan, kaitkan nama dengan hobi, daerah, tempat tinggal, atau sesuatu yang menarik.
6. Beristirahatlah bila memang benar-benar lelah, jangan memaksakan diri untuk kerja lembur.
7. Milikilah gaya hidup yang sehat dan seimbang. Maksudnya, proporsional, baik secara batiniah maupun lahiriah, ruhani maupun jasmani.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/vit)