Badan Terasa Nyeri Saat Bangun Tidur, Mengapa?

Badan Terasa Nyeri Saat Bangun Tidur, Mengapa?

detikHealth
Jumat, 29 Jan 2016 14:17 WIB
Ditulis oleh:
Badan Terasa Nyeri Saat Bangun Tidur, Mengapa?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Saya ingin tanya, saat bangun tidur bagian dahi dan kepala terasa sakit seperti memar (seperti habis kejatuhan beban berat) dan juga bagian kaki selalu nyeri, itu kenapa ya Dok? Terimakasih sebelumnya.

Ainun (Wanita, 22 tahun)
belalangXXXXX@gmail.com
Tinggi 158 cm, berat 40 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear Saudari Ainun Naza,

Tentang nyeri/sakit kepala saat bangun tidur, maka hal-hal berikut ini perlu diperjelas lagi:
1. Apakah nyeri/sakit kepala baru saja berlangsung?
2. Apakah memberat?
3. Apakah terkait dengan gejala lainnya, seperti kelemahan atau mati rasa di separuh tubuh?
4. Apa saja yang membuat nyeri/sakit kepala ini membaik dan memburuk?
5. Kapan nyeri/sakit kepala ini mulai dirasakan?
6. Di kepala bagian mana nyeri/sakit kepala ini dirasakan?
7. Berapa lama nyeri/sakit kepala ini berlangsung?
8. Apakah berulang? Bila iya, bagaimana?
9. Apakah nyeri/sakit kepala ini berpindah-pindah di kepala?
10. Apakah juga mengalami gangguan penglihatan atau keseimbangan?

Sakit kepala atau nyeri kepala di pagi hari dapat disebabkan oleh depresi, bruksisme (gangguan terkait gigi), atau sleep apnea. Boleh jadi juga mengarah ke migraine, sakit kepala tipe kluster, atau sakit kepala tipe tegang otot.

Tentang nyeri kaki saat bangun (tidur), maka ada kemungkinan ke arah plantar fasciitis. Hal ini boleh jadi dikarenakan ligamen yang menghubungkan tumit kaki dengan bagian depan kaki menjadi radang.

Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu diobservasi oleh dokter saat penderita berdiri dan berjalan:
1. Riwayat penyakit terdahulu, termasuk penyakit dan/atau cedera apa saja yang pernah dialami.
2. Gejala-gejala secara komprehensif, misalnya: dimana (saja) titik atau lokasi dirasakan nyeri.
3. Kapan Anda merasakan nyeri yang sangat? Pagi, siang, sore, atau malam.
4. Seberapa aktif Anda beraktivitas di keseharian?
5. Olahraga dan aktivitas apa saja yang sering Anda lakukan?

Untuk lebih pastinya, direkomendasikan untuk segera periksa ke dokter terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan suskes selalu.

Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

(hrn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads