Halo Dok, saya sudah menikah hampir 3 tahun tapi belum dikaruniai momongan. Saya sudah periksa dan disebutkan kondisi saya dan suami baik-baik saja. Hanya saja, selama ini suami sering kelelahan karena pekerjaan, meskipun kami masih rutin berhubungan intim.
Apakah kelelahan juga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas sperma? Lantas apakah kondisi suami saya (terutama psikologis) yang masih tinggal dengan orang tua saya berkaitan juga dengan kualitas sperma suami?
Anti (Wanita, 31 tahun)
kinantiXXXXXX@gmail.com
Tinggi 174 cm, berat 60 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pernikahan 3 (tiga) tahun, dengan hubungan intim secara reguler 2-3 kali seminggu, tapi belum dikaruniai momongan, dikategorikan sebagai kasus infertilitas. Jelasnya, harus berobat secara teratur di klinik fertilitas, agar bisa diperiksa kualitas sel jantan (spermatozoa) dan sel betina (ovum). Saat ini Anda dan suami bisa dikategorikan sebagai kasus infertilitas.
Bisa saja keletihan fisik dan psikis suami mempengaruhi kesuburan spermatozoanya, tapi saat ini kemajuan ilmu & teknologi Kedokteran reproduktif sudah bisa mengatasinya.
Dari mulai terapi hormon, terapi dengan penyemprotan sperma ke dalam rahim hingga tehnologi bayi-tabung dapat membantu Anda dan suami agar segera mempunyai momongan. Segeralah berobat ke klinik fertilitas terdekat.
Dr. Andri Wanananda MS
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI) serta pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
(hrn/up)











































