William (Pria, 21 tahun)
william.XXXXX@gmail.com
Tinggi 178 cm, berat 75 kg
Jawaban
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endoskopi direkomendasikan bila ada gejala bahaya (alarm symptoms) dan untuk screening
penderita atau pasien yang berisiko tinggi terjadi komplikasi.
Manometri esofagus direkomendasikan untuk evaluasi preoperatif, namun tidak berperan di dalam penegakan diagnosis GERD.
Modifikasi gaya hidup yang disarankan untuk penderita GERD:
1. menghindari mengonsumsi makanan dalam jumlah besar/banyak secara langsung
2. berhenti makan sebelum kenyang, tidak makan sebelum lapar
3. menghindari konsumsi makanan yang: asam (produk berbasis tomat, jeruk), alkohol, minuman berkafein, coklat, bawang putih, bawang merah, dan peppermint.
4. berhenti merokok dan hindari terpapar asap (rokok).
5. turunkan berat badan, bila kegemukan (obesitas).
6. hindari memakai pakaian yang terlalu ketat atau mengikat pinggang
7. tinggikan kepala saat tidur 10-20 cm
8. kurangi asupan lemak
9. hindari langsung tidur, tiduran, atau berbaring selama 3-4 jam setelah makan
10. hindari konsumsi obat yang berpotensi memunculkan gejala-gejala GERD, misalnya: obat golongan calcium channel blockers, agonis beta, agonis alfa-adrenergik, teofilin, nitrat, dan beberapa obat dari golongan sedatif.
Segeralah ke dokter bila Anda merasakan tanda-gejala atau keluhan: sulit menelan, mudah merasa kenyang, perdarahan lambung dan saluran pencernaan, anemia defisiensi besi, nyeri saat menelan (makanan-minuman), muntah, dan berat badan menurun. Semua ini mengindikasikan GERD dengan komplikasi.
Bila benar GERD, maka dokter akan merekomendasikan obat dari golongan histamine H2-receptor antagonists, antasid, proton pump inhibitors, medikasi prokinetik dan reflux inhibitors.
Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.
Salam sehat dan sukses selalu.
Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta. (hrn/up)











































