Mengatasi Anak yang Susah Minum ASI Perah

Mengatasi Anak yang Susah Minum ASI Perah

detikHealth
Selasa, 05 Apr 2016 15:19 WIB
Ditulis oleh:
Mengatasi Anak yang Susah Minum ASI Perah
Foto: thinkstock
Jakarta - Saya memiliki anak laki-laki usia 15 bulan dan masih full ASI, terkadang saya memberikan susu pasteurisasi hanya sebagai pendamping makanan dan tidak rutin diberikan, belakangan ini anak saya sulit sekali minum ASIP, yang tadinya 3-4 botol sekarang hanya 1-2 botol saja, namun anak saya tidak menolak jika saya beri ASI langsung (bukan ASIP).

Bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Apakah pada usia tersebut perlu dibantu juga dengan asupan susu formula? Jika memerlukan susu formula, bagaimana tips dalam memilih susu formula tersebut? Terimakasih.

Meiyekti (Wanita, 28 tahun)
meiyektiXXXXX@gmail.com
Tinggi 158 cm, Berat 54 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Selamat sore Ibu Meiyekti, terima kasih atas pertanyaannya. Pada dasarnya, pemenuhan energi untuk anak usia di atas 1 tahun yang lebih utama adalah dengan makanan. ASI tetap diberikan sesuai dengan keinginan bayi (on demand) sampai usia 2 tahun.

Jika makanan yang selama ini diberikan sudah mencakup gizi seimbang, porsi dan frekuensi makannya juga sudah sesuai dengan usianya, kebutuhan energi anak akan tercukupi.

Beberapa anak di atas usia 1 tahun terkadang menolak untuk diberikan ASI perah. Hal ini normal, selama saat malam hari anak tetap menetek langsung. Anak tetap mendapatkan kebaikan ASI dan bonding kepada ibunya.

Produksi ASI juga akan tetap terjaga selama anak tetap menetek langsung walaupun hanya di malam hari. Dan yang juga tidak kalah penting adalah jangan menggunakan dot sebagai media pemberian ASI perah.

Susu pada dasarnya adalah salah satu sumber protein hewani. Susu (dalam hal ini susu yang telah di-pasteurisasi atau susu UHT), baik bila dikonsumsi anak di atas usia 1 tahun dalam jumlah tertentu, namun bukan berarti wajib diberikan.

Susu formula tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi karena dapat meningkatkan risiko alergi, infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, penyakit kardiovaskular, dan penyakit lainnya pada anak di kemudian hari.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok
Ketua AKLII (Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia).
www.rspermatadepok.com (hrn/up)

Berita Terkait