Efek Minum Obat Sakit Cacar Saat Usia Kehamilan Masih 2 Minggu

Efek Minum Obat Sakit Cacar Saat Usia Kehamilan Masih 2 Minggu

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 16 Mei 2016 12:11 WIB
Efek Minum Obat Sakit Cacar Saat Usia Kehamilan Masih 2 Minggu
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dok, bulan kemarin saya terjangkit cacar air. Yang terkena hanya muka dan badan. Sedangkan bagian kaki tidak terkena. Badan hanya dada dan perut, sedangkan punggung tidak terkena. Kini, yang tersisa hanya bekas di muka.

Apakah bekas tersebut bisa hilang, mengingat bulan kemarin baru terkena cacar. Saat saya dalam tahapan pemulihan bulan kemarin, ternyata saya hamil. Apakah ada efek dari minum obat-obatan sakit cacar. Saat itu usia kehamilan saya masih 2 minggu. Terimakasih atas tanggapannya.

Maharani (Wanita, 33 tahun)
bumen.hXXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 80 kg

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawaban

Terima kasih Ibu Maharani untuk pertanyaanya. Saya tidak mendapatkan banyak data dari penjelasan Ibu mengenai jenis, penyebab infeksi maupun jenis obat-obatan yang digunakan, tetapi saya  akan coba menjawab.

Cacar air dapat merupakan infeksi dari varicella-zooster. Varicella-zooster merupakan virus herpes doublestranded DNA yang umumnya menginfeksi pada usia anak-anak. Infeksi primer varicella ini melalui hubungan kontak dengan penderita dengan masa inkubasi selama 10-21 hari. Setiap pasien yang didiagnosa dengan infeksi varicella harus dilakukan isolasi dari ibu hamil hal ini dikarenakan infeksi varicella pada ibu hamil sering menyebabkan pneuminia.

Pemberian obat-obatan antiviral seperti acyclovir merupakan penangan utama dari infeksi varicella zooster ini. Acyclovir ini cukup aman jika digunakan dalam kehamilan. Sedangkan infeksi varicella zooster ini dapat menyebabkan cacat janin jika terjadi pada pertengan usia kehamilan, janin dapat mengalami chorioretinitis, microphthalmia, cerebral cortical atrophy, gangguan pertumbuhan janin, hydronephrosis, limb hypoplasia, dan lesi kulit sikatrikal.

Enders dkk melakukan penelitian pada tahun 1994 yang mengevaluasi 1373 wanita hamil dengan infeksi varicella, mereka mendapati jika infeksi terjadi sebelum 13 minggu maka hanya 2 dari 472 orang wanita (0.4%) yang mengalami kelainan kongeital yang disebabkan varicella. Angka risiko tertinggi terjadinya kelainan kongenital yang terjadi akibat infeksi  varicella pada usia kehamilan 13-20 minggu, di antara 351 janin yang terpapar, sebanyak 2 persen mengalami kelainan kongeintal.

Sedangkan infeksi pada usia kehamilan diatas 20 minggu Enders dkk tidak menemukan terjadinya kelainan kongenital. Metode penapisan yang dapat dilakukan adalah dengan cara melalukan screening ultrasonografi fetomaternal yang rutin untuk melihat apakah terdapat kelainan congeital pada janin atau tidak. Terima kasih.

dr. Ferdiansyah Putra Harahap, M.Ked(OG), SpOG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RS Permata, Depok
www.rspermatadepok.com (hrn/vit)

Berita Terkait