Keinginan suami terjadi, sebab saat saya pergi, diam-diam ibu saya mengoral alat kelamin suami saya. Waktu itu dia masih mampu menahan tapi sekarang rasa penasarannya sangat kuat. Saya sangat terkejut, kok tega ibu saya merusak suami saya. Suami sering marah sekarang, bahkan saat berhubungan badan dengan saya, suami membayangkan ibu saya. Suami bilang saya tidak normal karena menolak hal itu. Siapa sebenarnya yang tidak normal? Apa solusinya?
Eka (Wanita, 24 tahun)
tiramisu.XXXXX@gmail.com
Tinggi 162 cm, berat 52 kg
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dear Mbak Eka,
Saya bisa memahami jika Mbak Eka merasa marah, kecewa dan bahkan merasa dikhianati oleh pasangan dan ibu.
Mewujudkan fantasi seksual memang merupakan hal yang biasa dilakukan untuk menambah keintiman pasutri. Namun, berdasarkan cerita Mbak Eka, yang saya lihat fantasi ini sepertinya hanya pembenaran dari suami untuk melakukan hubungan intim dengan perempuan lain, terlepas dari perempuan tersebut ternyata adalah ibu Mbak Eka.
Jika yang Mbak Eka maksud dengan 'normal' adalah ada atau tidaknya gangguan kejiwaan pada suami, saya tidak dapat memberikan jawabannya di sini karena informasi yang diberikan terbatas. Namun, di dalam perkawinan, normalnya fantasi seksual dilakukan bersama pasangan dengan kesepakatan kedua belah pihak bagaimana merealisasikannya untuk menambah gairah dan keintiman dalam hubungan pasutri, bukan hanya untuk salah satu pihak.
Masalah ini terlalu kompleks untuk dibahas dalam sebuah kolom tanya jawab. Jika Mbak Eka memang berniat untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan suami, sebaiknya Mbak Eka segera konsultasi dengan profesional terdekat untuk melakukan konseling pasangan dan individual.
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)











































