Kamis, 30 Jun 2016 15:12 WIB

Sudah Bersuami Tapi Masih Ingat Mantan Kekasih

Foto: thinkstock
Jakarta - Mbak saya seorang ibu dari 1 putri, pernikahan saya dan suami terbilang bahagia tapi di dalam lubuk hati saya masih memikirkan mantan kekasih. Saya sudah berusaha melupakan dengan berbagai upaya tapi hati dan pikirkan saya tidak bisa berdusta, saya sering merasa menderita karena selalu membandingkan suami saya dengan mantan saya tersebut. Apakah yang harus saya lakukan agar saya bahagia? Jujur saja saya tidak pernah puas jika bercinta dengan suami saya, hanya berpura-pura puas dan itu membuat saya menderita.

Irma (Wanita, 29 tahun)
ajairmaXXXXXX@gmail.com
Tinggi 150 cm, brat 46 kg

Jawaban

Dear Irma,

Merupakan sesuatu yang wajar bila sesekali seseorang mengenang orang yang pernah mengisi hari-hari di masa lalu, karena bagaimanapun juga dia pernah hadir dan mengisi hari-hari kita. Kita dulu juga pernah jatuh cinta kepadanya, maka kadang kala kita tidak bisa menghilangkannya dari hidup kita. Namun akan menjadi hal yang tidak wajar, bila itu terus menerus dilakukan. Apalagi saat ini, Irma sudah mulai membandingkan mantan pacar dengan suami saat ini.

Ada beberapa penyebab hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya adalah ketidakpuasan terhadap suami. Misalnya, suami tidak bisa menjadi seperti yang Irma inginkan, maka sering kali timbul rasa kecewa yang akhirnya membuat munculnya rasa tidak puas. Sehingga yang muncul dalam pikiran adalah mantan pacar akan mampu melakukan seperti kemauan Anda. Padahal hal tersebut juga belum tentu mampu dilakukan oleh mantan pacar. Selain itu, penyebab mengingat mantan adalah adanya perasaan masih mencintai mantan pacar, sehingga Irma belum bisa melupakannya dan masih menyimpan rasa yang sangat besar kepada mantan pacar kita.

Terlepas dari apapun penyebabnya, tentunya mengingat mantan secara terus menerus akan sangat menganggu hubungan Anda dengan suami. Dari email Irma, sebenarnya Irma sudah tau apa yang sebaiknya Irma lakukan. Pertanyaannya adalah apa yang membuat Irma tidak bisa atau belum mau melakukannya. Irma menyampaikan bahwa Irma sudah berusaha melupakan, yang tanpa Irma sadari semakin ingin melupakan biasanya hal tersebut semakin mempermudah akses Irma untuk mengingat sesuatu. Lho kok begitu? Salah satunya karena pikiran bawah sadar menyukai adanya repetisi/ pengulangan. Dengan berusaha melupakan, sebenarnya yang Irma lakukan adalah mengulang-ulang kenangan, yang akhirnya malah kenangan tersebut muncul bahkan tanpa Irma inginkan. Konsekuensinya, Irma hidup dalam kenangan masa lalu dan tidak bisa bahagia di masa kini.

Jadi, langkah pertama yang bisa Irma lakukan adalah, berhenti berusaha untuk melupakan kenangan. Terima bahwa Irma memang pernah memiliki kenangan indah bersama mantan pacar dan sekarang sudah ada suami yang beberapa tahun lalu Irma pilih menjadi pendamping hidup. Kedua, ingat apa saja hal-hal atau kualitas yang dimiliki oleh pasangan yang membuat Irma jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dengan suami. Hal apa saja yang membuat Irma mau memiliki komitmen bersama suami? Seringkali ketika kita membandingkan, kita jadi tidak bisa melihat kualitas lain yang ada dalam diri pasangan, yang bisa saja tidak dimiliki oleh mantan pacar atau orang lain.

Ketiga, jika kepuasan dalam bercinta menjadi masalah utama yang membuat Irma membandingkan suami dengan pasangan, komunikasikan dengan pasangan bagaimana Irma ingin diperlakukan. Terkadang, suami tidak mengetahui juga apa yang istri inginkan sehingga butuh diarahkan. Bagaimanapun, yang memiliki tubuh adalah Irma sehingga Irma yang lebih memahami titik-titik mana yang bisa membuat Irma puas, atau cara seperti apa yang bisa dilakukan oleh suami untuk memuaskan Irma.

Keempat, cobalah untuk meningkatkan kualitas hubungan Irma dan suami, dengan komunikasi yang baik, sehingga timbul saling menghargai dan memahami. Salah satunya adalah komunikasi dalam bercinta. Selamat mengeksplore diri dan pasangan untuk lebih saling menerima dan mencintai ya, Irma. Selamat berbahagia.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)